Diduga Depresi, Seorang Pria Melompat ke Galian C di Deli Serdang dan Ditemukan Tewas
- dok SAR Medan
VIVA Medan –Seorang pria diduga depresi nekat mengakhiri hidupnya dengan melompati bekas galian C di Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang , dan ditemukan tim SAR gabungan kematian dunia.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, menjelaskan bahwa peristiwa terjadi pada Sabtu sore, 13 September 2025, sekitar pukul 18.15 WIB.
“Korban berjenis kelamin laki-laki diduga mengalami depresi terlihat disekitar kolam sambil teriak-teriak, dan seketika korban langsung terjun ke dalam kolam,” tulis Hery dalam keterangan persnya, Senin 15 September 2025.
Warga sekitar, yang melihat korban berteriak, berupaya untuk melarang korban dan membantu korban keluar dari kolam galian C tersebut. Namun naas, korban langsung hilang dan tenggelam.
Selanjutnya kejadian tersebut, dilaporkan warga kepada pihak Kepolisian dan disimpan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan.
Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan segera melakukan pencarian dengan metode penyelaman di sekitar area yang diduga sebagai titik awal tenggelamnya korban.
Hingga malam hari, pencarian masih dilakukan namun korban belum berhasil ditemukan, kata Hery.
Minggu pagi, 14 September 2025. Proses pencarian korban dilanjutkan dan ditemukan korban yang belum diketahui identitasnya tersebut, sekitar pukul 10.00 WIB. Hingga berita ini terungkap, identitas korban masih dalam pemeriksaan Kepolisian.
“Akhirnya, korban ditemukan meninggal dunia, berjarak kurang lebih 3 meter dari lokasi awal korban tenggelam. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak Kepolisian guna proses lebih lanjut,” kata Hery.
Hery Marantika menyampaikan belasungkawa atas musikbah tersebut dan mengapresiasi kerja sama semua pihak yang terlibat. Pihaknya, turut berduka cita yang mendalam atas musikbah ini. Terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja maksimal sejak awal laporan hingga korban berhasil ditemukan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada saat beraktivitas di sekitar perairan, terutama di lokasi-lokasi yang memiliki risiko tinggi seperti kolam bekas galian,” ujar Hery.