Aksi Mahasiswa di DPRD Sumut Memanas dan Ricuh, Polisi Semprot Pendemo Pakai Water Canon
- B.S.Putra/VIVA Medan
VIVA Medan –Ratusan massa melakukan aksi unjuk rasa di depan DPRD Sumut, di Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Selasa 26 Agustus 2025. Antara pendemo dengan polisi berjaga berakhir ricuh dan saling dorong.
Dari pantauan medan.viva.co.id di DPRD Sumut, ratusan mahasiswa dari berbagai mahasiswa Universitas di Kota Medan ini, yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa USU Bergerak menggelar aksi dengan damai dan tertib, sekitar pukul 14.00 WIB.
Mahasiswa membacakan 12 Tuntutan Rakyat yang berisi, pertama, Hapus tunjangan mewah DPR. Kedua, Gaji DPR proporsional dengan UMK/UMP. Ketiga, Sahkan RUU Perampasan Aset & RUU Anti Korupsi. Keempat, Transparansi hasil audit BPK dan KPK.
Kelima, Alihkan anggaran perjalanan dinas DPR untuk program pro-rakyat. Keenam Revolusi partai politik guna hentikan praktik kartel dan oligarki. Ketujuh, Kawal RKUHP agar tidak jadi alat represif.
Kedelapan, Sahkan RUU Masyarakat Adat. Sembilan, Batalkan UU TNI yang membuka ruang dwifungsi militer. Kesepuluh, Tolak RUU Polri yang berlebihan memberi kewenangan.
Kesebelas, usut kasus-kasus korupsi di Sumut, mulai dari UMKM Center, pembangunan jalan, Lapangan Merdeka hingga Stadion Teladan. Kedua belas, evaluasi kepemimpinan Gubernur Sumut atas kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat.
Aksi mahasiswa demo di DPRD Sumut panas dan kaya.
- BSPutra/VIVA Medan
Lalu, ketegangan pecah ketika terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dengan aparat kepolisian yang berjaga di depan gerbang utama gedung dewan.
Situasi kian panas setelah dari arah kerumunan mahasiswa terlontar botol air mineral dan es batu ke barisan polisi. Aparat pun merespons dengan memperketat barisan pengamanan.
Meski terjadi ketegangan, ratusan mahasiswa masih bertahan di lokasi aksi. Mereka terus meneriakkan yel-yel perlawanan dan menuntut agar para wakil rakyat segera menemui massa untuk mendengarkan aspirasi mereka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun anggota DPRD Sumatera Utara yang muncul memberikan tanggapan atas aksi mahasiswa tersebut.