Aroma Gengsi "Duo Hijau" Tersaji di GBT, PSMS Pastikan Tampil Habis-Habisan Lawan Persebaya
- dok PSMS Medan
Meski menurunkan susunan pemain berbeda, Eko menegaskan PSMS tetap datang dengan semangat bersaing. Ia ingin anak asuhnya mampu memberikan perlawanan maksimal menghadapi salah satu tim papan atas Liga 1 yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri.
"Kami ingin menunjukkan permainan terbaik. Kami tahu Persebaya adalah tuan rumah dan memiliki kualitas yang bagus. Kami memiliki dua hari untuk mempersiapkan pertandingan ini dan waktu tersebut kami manfaatkan semaksimal mungkin," ucapnya.
Persiapan PSMS juga dilakukan dengan mempelajari permainan Persebaya, terutama ketika Bajul Ijo mengalahkan Persija pada laga pembuka Grup B. Analisis tersebut diharapkan dapat membantu tim meredam kekuatan lawan dan menjalankan strategi sesuai rencana.
"Kami sudah mempersiapkan pemain untuk menghadapi Persebaya. Kami juga telah mempelajari permainan mereka saat melawan Persija. Mudah-mudahan seluruh pemain siap menjalani pertandingan besok," tutur Eko.
Menurut Eko, Piala Presiden Elite 2026 memiliki nilai penting bagi perkembangan timnya. Selain menjadi ajang menguji kesiapan kolektif, turnamen ini juga menjadi panggung bagi setiap pemain untuk membuktikan kualitas di hadapan publik sepak bola Indonesia.
"Saya berharap semua pemain bisa menampilkan kemampuan terbaik. Walaupun ini masih pramusim, setiap pertandingan sangat penting untuk proses pematangan tim menuju Liga 2. Selain itu, penampilan mereka juga menjadi perhatian masyarakat Indonesia," katanya.
Kondisi skuad PSMS juga membawa kabar positif. Seluruh pemain dipastikan siap diturunkan meski beberapa sempat mengalami benturan ringan pada pertandingan melawan Port FC.
"Alhamdulillah kondisi semua pemain baik setelah pertandingan kemarin. Memang ada beberapa yang mengalami cedera ringan, tetapi tidak serius dan semuanya siap dimainkan," pungkas Eko.
Laga ini sekaligus menghidupkan kembali rivalitas klasik dua klub besar Indonesia. PSMS Medan dan Persebaya Surabaya merupakan kekuatan tradisional yang telah mengukir sejarah sejak kompetisi Perserikatan. PSMS tercatat sebagai salah satu klub tersukses dengan koleksi tujuh gelar Perserikatan, sedangkan Persebaya juga memiliki tradisi juara dan basis suporter yang sangat besar.
Meski dalam beberapa musim terakhir keduanya jarang bertemu karena tampil di kasta berbeda, setiap lompatan tetap menghadirkan gengsi tinggi. Itulah sebabnya duel di Stadion Gelora Bung Tomo kali ini diprediksi kembali menjadi pertarungan klasik "Duel Duo Hijau " yang selalu dinantikan pecinta sepak bola nasional.