Jelang Pertandingan Lawan Persiraja, Orang Tua Eko Purdjianto Meninggal, Namun Sang Pelatih Tetap Mendampingi PSMS
- dok PSMS Medan
Banda Aceh, VIVA Medan–PSMS Medan harus puas berbagi poin dalam laga tandang melawan Persiraja dengan skor 1-1, digelar di Stadion H. Dimurthala, Lampineung, Sabtu sore, 2 Mei 2026.
Pertandingan berjalan ketat sejak awal. PSMS berhasil memecah kebuntuan lebih dulu di menit ke-40 lewat sentuhan tajam Felipe Cadenazzi. Gol itu sempat membuat tim tamu berada di atas angin hingga babak kedua berjalan.
Persiraja yang terus menekan akhirnya menemukan momen krusial di penghujung laga. Saat pertandingan tampak akan berakhir untuk kemenangan PSMS, Asnawi Habib muncul sebagai penyelamat. Golnya di menit 90+4 membuyarkan kemenangan di depan mata tim tamu sekaligus menghidupkan atmosfer stadion.
Laskar Rencong harus bermain menekan untuk mengejar kekalahan 0-1 dari PSMS dan diujung babak kedua, Persiraja mampu menyamakan skor 1-1.
Menyikapi hasil pertandingan ini, Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, mengungkapkan bahwa di laga terakhir, anak asuh bermain maksimal dan segit melawan tim tuan rumah.
“Kita imbang 1-1, pemain sudah memberikan yang terbaik. Yang pasti kita berbagi angka dengan Persiraja dan kita syukuri satu poin. Pertandingan cukup seru,” ucap Eko Purdjianto.
Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto (tengah).
- dok Pemprov Sumut
Eko Purdjianto tak menutupi rasa kecewanya dan duka mendalam. Apa lagi, sebelum pertandingan, dia mendapatkan kabar duka bahwa orang tuanya meninggal dunia, namun tetap menunjukkan profesionalitas memimpin Ayan Kinantan melakoni laga pamungkas musim ini dengan baik.
“Yang pasti kecewa dengan hasil secara keseluruhan. Tapi kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Pemain ini tanggung jawab saya, manajemen kepada presiden klub. Mudah-mudahan ke depannya PSMS bisa lebih bagus lagi sesuai target lolos ke Liga 1 musim depan,” tutur Eko Purdjianto.
Hal senada disampaikan kapten PSMS, Erwin Gutawa. Ia menilai tim sudah mengerahkan segalanya meski hasil akhir belum sesuai harapan.
“Kami dari pemain sudah memainkan segalanya. Tapi lagi-lagi kita syukuri hasil ini bisa dapat satu poin,” kata Erwin.
Ia juga menanggapi insiden kecil yang sempat terjadi di lapangan antara dua dan Kim Jeung-ho.“Soal insiden biasa sesama teman, mungkin niatnya bagus, tapi kita beda bahasa saja jadi sempat ada sedikit gesekan. Tapi setelahnya selesai,” tambahnya.