Komisi III DPR RI Desak Polda Sumut dan Polrestabes Medan Usut Kematian Winda Lorenza Secara Transparan dan Ilmiah
- dok VIVA.CO.ID
Jakarta, VIVA Medan –Komisi III DPR RI mendesak Polda Sumut dan Polrestabes Medan untuk mengusut tuntas kasus kematian Winda Lorenza Gowasa (WLG), mantan istri anggota Polri, Brigadir IH, yang tewas menggunakan senjata api dinas polisi .
“Komisi III DPR RI mencermati dengan seksama, perkembangan kasus kematian WL, mantan istri anggota Polri di Medan yang disebutkan meninggal karena bunuh diri dengan menggunakan senjata api,” sebut Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman dalam video yang dikutip medan.viva.co.id di akun pribadinya di Instagram, Sabtu 8 Juli 2026.
Mengingat adanya keraguan dan kejanggalan yang dirasakan oleh pihak keluarga korban. Habiburokhman mengatakan pihak Komisi III mendesak Polda Sumatera Utara, termasuk Polresta Medan beserta seluruh jajaran, yang menangani perkara ini untuk mengusut tuntas perkara ini secara transparan.
“Jangan ada sedikit pun fakta yang tertutup-tutupi dan jangan membuat kesimpulan yang sembarangan, apalagi terburu-buru. Proses penyelidikan dan penyidikan harus dilakukan secara objektif, profesional, serta berbasis pendekatan ilmiah,” jelas Habiburokhman.
Sebelumnya, Ayah kandung WLG, Sanalu Gowasa membeberkan sejumlah kejanggalan terkait kematian putrinya, yang merupakan mantan istri personel Polrestabes Medan, Brigadir IH, yang dibunuh menggunakan senjata api dinas milik Polri itu.
WLG (35) ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar mandi, di rumah Brigadir IH di Perumahan Bumi Asri, Jalan Pondok Kelapa, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Minggu sore, 2 Agustus 2026, sekitar pukul 17.00 WIB.
Rumah lokasi kejadian bunuh diri pakai pistol di Perumahan Bumi Asri, Medan.
- Ist/VIVA Medan
Sanalu Gowasa menjelaskan bahwa pihak keluarga baru mengetahui korban dibunuh dari petugas polisi pada Senin 3 Agustus 2026. Keluarga menilai terdapat sejumlah kejanggalan pada kondisi pemakaman. Yang mana, pihak kepolisian menyebutkan korban bunuh diri menggunakan senjata api milik mantan suaminya itu.
Sanalu Gowasa mengatakan kepadanya bahwa korban tidak dibunuh karena senjata api. Tapi, selain sakit jantung, setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Medan selama sepekan terakhir.
“Saya sempat bertanya, bukannya anak saya masih di Jakarta. Adiknya bilang kalau dia (WLG) sudah dijemput mertuanya ke Medan,” sebut Sanalu Gowasa kepada wartawan, Rabu 5 Agustus 2026.