Presiden Butuh Menteri Potensial dalam Tata Kelola Perdagangan Indonesia, Ini Sosok yang Layak Jadi Mendag

Harvick Hasnul Qolbi.
Sumber :
  • Ist/VIVA Medan

Jakarta, VIVA MedanMuhammad Sutisna, Co-Founder Forum Intelektual Muda (FIM) sekaligus pengamat kebijakan publik, secara konsisten mendorong perbaikan tata kelola perdagangan nasional. 

img_title Prabowo Optimis Ekonomi Tumbuh 6 Persen Akhir 2026: Tujuan Kita Kesejahteraan Rakyat

Sutisna menilai tantangan ekonomi global dan domestik menuntut adanya reformasi kebijakan dagang yang lebih adaptif, protektif terhadap industri lokal, dan berorientasi pada kedaulatan ekonomi. 

Sutisna menekankan perlu adanya evaluasi tajam terhadap kinerja tata kelola perdagangan domestik dengan cara membangun mitigasi kebijakan yang tangguh dan responsif agar mesin ekonomi Indonesia mampu bergerak secepat pemulihan ekonomi dunia. 

img_title Aliansi Pers Medan Kecam Keras Istilah "Londo Ireng", Ketua IJTI Sumut: Menghina Pilar Demokrasi

Oleh karena itu, untuk melakukan perubahan itu dibutuhkan figur potensial, kredibel dan kaya pengalaman untuk memimpin sektor perdagangan. Dan tentunya harus memiliki rekam jejak yang kuat dalam menggerakkan sektor riil. 

"Kalo kami ditanya siapa sosok yang mampu merubah wajah perdagangan dan figur strategis di sektor tersebut, tentu yang memiliki pengalaman, Harvick Hasnul Qolbi. Pengalamannya saat menjadi Wakil Menteri Pertanian hingga PLT menteri Pertanian di era kabinet lalu, berhasil meningkatkan produktivitas UMKM berbasis komoditas pertanian sebesar 15 persen di Jawa Timur," ungkap Sutisna di Jakarta, Selasa 27 Juli 2026.

img_title Pernyataan Prabowo Sebut Jurnalis, Pengamat dan LSM Londo Ireng Dikecam, Sojamsu: Tuntut Minta Maaf

Selain itu, lanjutnya, dia memiliki modal dan landasan sosial-keagamaan yang kuat melalui keterlibatannya di Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU),Bendahara PBNU, dan ICMI untuk menjembatani kepentingan domestik dan global. 

"Harvick juga dinilai mampu menjadi pemecah kebuntuan di tengah gejolak perang tarif internasional yang kerap menekan harga komoditas utama Indonesia," sebutnya. 

Di samping itu, ia juga memiliki potensi besar untuk memperbaiki kebijakan ekspor impor dengan pendekatan yang lebih protektif demi melindungi industri lokal. 

"Karena pada saat yang sama, kebijakan perdagangan harus diarahkan untuk mendorong ekspor produk bernilai tambah tinggi guna menciptakan surplus perdagangan yang berkelanjutan bagi ekonomi nasional. Jadi Harvick memang pilihan yang tepat dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo khususnya dalam dunia perdagangan," jelasnya.