Akui Punya Jaringan Gas di Grand Polonia Medan, PGN Ungkap Alasan Beda Hasil Cek di Lokasi Ledakan

Tim SAR Gabungan melakukan pencarian terhadap dua korban diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan di rumah mewah, Komplek Grand Polonia Medan.
Sumber :
  • Bagus Syahputra/VIVA Medan

Medan, VIVA MedanPT Perusahaan Gas Negara (PGN) mengakui memiliki jaringan di lokasi ledakan dahsyat Kompleks Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, untuk memasok gas ke rumah-rumah di perumahan elit tersebut. 

img_title Transaksi dari Balik Jendela Rumah, Tiga Wanita Pengedar Sabu di Deli Serdang Diciduk Polrestabes Medan

Hal itu, diungkapkan oleh General Manager Sales and Operation Region (SOR) I PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Andi Sangga Prasetia kepada wartawan di lokasi kejadian, Selasa petang, 21 Juli 2026.

"Memang benar kami sampaikan bahwa kami mempunyai jaringan pipa gas di perumahan Grand Kolonial ini, yang melayani pelanggan di dalam kompleks ini, termasuk di rumah-rumah tersebut," sebut Andi.

img_title Edarkan Vape Narkoba Seharga Rp2,1 Juta, Wanita Cantik Ini Diringkus Polrestabes Medan

Andi mengungkapkan bahwa pihaknya siap berkolaborasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab ledakan besar terjadi di rumah elit tersebut. 

"Ingin kami sampaikan bahwa kami mendukung sepenuhnya tadi yang disampaikan Pak Kapolres dan juga dari Labfor tentang fokus untuk tindak lanjut atas hal-hal ini ya. Yang tindak lanjut investigasi yang perlu dilakukan secara bersama," jelas Andi.

img_title Bobby Nasution Raih Penghargaan dari Pemerintah Pusat, Pemprov Sumut Diganjar 300 Unit Bantuan Bedah Rumah

Andi mengatakan untuk keamanan di lokasi kejadian ledakan itu, PGN melakukan pengamanan dengan menutup aliran gas di kompleks Grand Polonia Medan ini. Termasuk menyetop sementara pendistribusian gas ke rumah-rumah di sekitar TKP ledakan. 

"Jadi, kami bisa sampaikan bahwa gas bumi itu yang sebagian besar itu adalah metana, itu ada gas yang ringan. Jadi, setelah kita tutup tidak ada aliran gas yang masuk, otomatis semua aman ya di dalam lingkungan tersebut. kami juga sangat mendukung tadi upaya-upayalah bersama-sama dengan kepolisian untuk melakukan investigasi bersama," jelas Andi.

General Manager Sales and Operation Region (SOR) I PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Andi Sangga Prasetia.

Photo :
  • Ist/VIVA Medan

Disinggung bantahan PGN ada indikasi atau dugaan kebocoran gas sebagai pemicu ledakan dahsyat tersebut. Andi kembali mengakui ada perbedaan waktu dalam pengecekan lokasi antara polisi dan PGN.  

"Oh iya, benar. Tadi sudah dilakukan kalibrasi bersama dengan Pak Kapolres, memang ada dua hal ya apa namanya, perbedaan gitu ya, karena memang pertama adalah perbedaan waktunya gitu ya," kata Andi.

Andi mengatakan PGN turun melakukan pengecekan di lokasi kejadian, pada Senin malam, 20 Juli 2026, pukul 21.30 WIB. Sedangkan petugas kepolisian langsung melakukan pengecekan pasca kejadian ledakan di TKP.

Halaman Selanjutnya
img_title