Ali Khamenei dan Anggota Keluarganya Dimakamkan, Aktivitas Rakyat Iran Dihentikan
- Ozan Kose/AFP
VIVA Medan - Prosesi upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran , Ayatollah Ali Khamenei, di ibu kota Teheran , mulai berlangsung. Peti jenazah Ali Khamenei yang dikelilingi bendera Iran, bersama peti jenazah anggota keluarganya yang tewas dalam serangan udara pada 28 Februari lalu diarak menggunakan sebuah truk.
Rombongan membawa jenazah melintasi sejumlah ruas jalan utama di Teheran sebelum menuju Bandara Internasional Mehrabad. Pemerintah Iran berharap proses tersebut mencakup lautan massa dari berbagai penjuru kota sebagai bentuk dukungan rakyat terhadap pemerintah Republik Islam.
Melansir laman Times of Israel , Senin 6 Juli 2026, televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa iring-iringan pemakaman telah resmi dimulai. Selama masa berkabung, pemerintah menutup sejumlah ruas jalan, membatasi ruang udara, serta menghentikan berbagai aktivitas masyarakat.
Rangkaian prosesi pemakaman yang diadakan berakhir pada hari Kamis, ketika Ali Khamenei yang wafat pada usia 86 tahun dimakamkan di Kompleks Makam Imam Reza di Kota Masyhad, yang juga merupakan kota kelahirannya.
Jutaan Warga Ikuti Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Kantor berita Tasnim dan televisi pemerintah Press TV seperti dilansir dari laman Al Jazeera melaporkan bahwa jutaan pelayat memadati jalan-jalan di Teheran untuk mengikuti prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Menurut Press TV, para pejabat Iran menyebut proses tersebut sebagai perkumpulan masyarakat terbesar dalam sejarah modern Iran. Panitia membayangkan pemakaman iring-iringan akan berlangsung selama sekitar 10 hingga 12 jam.
Kerumunan warga Iran membentang gambar Presiden AS, Donald Trump sebagai bentuk kemarahan.
- Istimewa/VIVA Medan
Rute Iring-iringan Sepanjang 10 KM
Televisi pemerintah Press TV melaporkan, rombongan jenazah menempuh rute sepanjang sekitar 10 kilometer, melintasi Jalan Damavand, Alun-alun Imam Hussein, Jalan Enqelab, Alun-Alun Enqelab, Jalan Azadi, Alun-Alun Azadi, hingga Jalan Raya Shahid Lashgari yang berada di dekat Bandara Internasional Mehrabad.
Sejumlah pelayat terlihat membawa spanduk dan poster bernada anti-Amerika Serikat serta anti-Israel. Bahkan sebagian di antaranya membawa poster yang berisi seruan agar Presiden Amerika Serikat Donald Trump dibunuh.
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Amerika Serikat merupakan sebuah pencapaian bagi Poros Perlawanan (Axis of Resistance), yakni jaringan kelompok bersenjata yang didukung Iran di berbagai negara di Timur Tengah.