Seruan 'Habisi' Donald Trump dan Netanyahu Mengema Saat Prosesi Salat Jenazah Ali Khamenei

Kerumunan warga Iran membentang gambar Presiden AS, Donald Trump sebagai bentuk kemarahan.
Sumber :
  • Istimewa/VIVA Medan

VIVA Medan - Seruan untuk membunuh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggema ditengah prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang digelar di Kompleks Grand Mosalla, Teheran.

img_title Tarif 20 Persen Lintasi Selat Hormuz Dibatalkan Trump, Diganti Negara Kawasan Teluk Investasi ke AS

Salat jenazah yang digelar pada Minggu waktu setempat itu berubah menjadi ajang unjuk kekuatan politik yang memadukan suasana duka dengan seruan balas dendam. Ratusan ribu warga memilih bermalam di kompleks masjid atau datang sebelum fajar agar dapat mengikuti salat yang dimulai pukul 08.00 waktu setempat.

Sambil mengibarkan bendera tiga warna Iran dan bendera merah yang melambangkan balas dendam, serta membawa foto Ali Khamenei yang berusia 86 tahun, massa meneriakkan slogan "Mati untuk Amerika" dan "Mati untuk Israel" sebagai bentuk tuntutan pembalasan.

img_title Rupiah Makin Drop ke Rp18.104 Meski Pasar Respon Positif, Ini Penyebabnya

Melasir laman NDTV, Senin 6 Juli 2026 poster dan coretan di dinding Grand Mosalla juga berisi ajakan untuk membunuh Donald Trump dan Benjamin Netanyahu. Seruan serupa terus menggema dari tengah kerumunan.

"Dari hari ini kain kafan adalah pakaian kami. Demi darahmu, kami bersumpah bahwa membunuh Trump adalah tanggung jawab kami. Kenapa manusia paling biadab di dunia itu masih hidup? Dunia sudah bukan lagi tempat yang aman bagi Trump. Mengapa kita tidak boleh membunuh orang yang telah membunuh imam kita? Jika kita tidak melakukannya, itu adalah sebuah kehinaan," ujar Mohammad Rasouli, seorang penyair yang memandu acara sebelum salat dimulai, melalui pengeras suara.

img_title Rupiah Anjlok ke Rp18.014 per Dolar, Dampak Geopolitik di Timur Tengah

Sementara itu, seruan serupa juga disampaikan Duta Besar Iran untuk Armenia, Khalil Shirgholami di akun media sosial X miliknya. Dalam unggahannya Khalil menyebut bahwa mereka bisa membunuh manusia tetapi tidak bisa membunuh cita-cita masyarakat Iran. 

"Kalian telah membunuh Ayatollah Khamenei, tetapi sesungguhnya yang kalian lakukan hanyalah memecahkan sebotol parfum yang kini keharumannya telah menyebar ke mana-mana. Kalian tidak akan pernah memahami hal itu karena kalian tidak memiliki peradaban, sejarah, maupun kehormatan," tulis dia.

Tak hanya dia, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Mohammed Bagher Zolghadr juga menyerukan tentang perlawanan rakyat Iran menyusul gugurnya pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei. 

Halaman Selanjutnya
img_title