Sekolah Rakyat Terintegrasi Medan dengan Kapasitas 1.080 Siswa, Menko AHY: Memutus Rantai Kemiskinan Melalui Pendidikan

Menko IPK, Agus Harimurti Yudhoyono saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi II Kota Medan.
Sumber :
  • Bagus Syahputra/VIVA Medan

Medan, VIVA MedanProgres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi II Kota Medan, hampir rampung 100 persen dan akan resmi beroperasi pada pertengahan bulan Juli 2026. Tepatnya, tahun ajaran baru 2026/2027 ini. 

img_title Peringati HAN 2026, Momentum PNM Mendukung Semangat Belajar Anak di Kawasan 3T NTT

Hal itu, diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi II Kota Medan, Jumat siang, 3 Juli 2026.

"Ini bisa dikatakan hampir 100 persen, kalau dilihat dari sisi konstruksi secara umum sudah selesai, tinggal finishing, sedikit-dikit saja. Ini saya dengar akan dikejar di pertengahan bulan Juli ini, bisa di operasionalkan. Bisa digunakan anak-anak kita dimulai ajaran baru ini," sebut Menko AHY kepada wartawan. 

img_title Fokus Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Kepulauan Nias, Pemprov Sumut Bangun Ruang Kelas SMK

Sekolah Rakyat Terintegrasi II ini, beralamat di Jalan Flamboyan II, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan. Sekolah ini, dibangun dengan luas tanah mencapai 6 hektare, dengan berbagai fasilitas pendidikan hingga asrama putra-putri untuk para siswanya. 

Lanjut, AHY menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat Terintegrasi II dirancang menjadi kawasan pendidikan yang menyatukan jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kompleks. Sekolah ini memiliki kapasitas sekitar 1.080 siswa, terdiri atas 540 siswa SD serta masing-masing 270 siswa untuk jenjang SMP dan SMA.

img_title Kunjungi UMSU, Dubes Prancis Dorong Kerja Sama Riset dan Peluang Beasiswa

Menko IPK, Agus Harimurti Yudhoyono saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi II Kota Medan.

Photo :
  • Ist/VIVA Medan

Menko AHY juga menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus menjadi strategi memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

“Kita ingin melakukan intervensi untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang terjangkau, pendidikan yang berkualitas, bahkan di sini seluruhnya gratis, mulai dari diterima hingga lulus. Setelah lulus, mereka memiliki kesempatan memilih melanjutkan pendidikan vokasi, perguruan tinggi, maupun langsung memasuki dunia kerja,” katanya. 

Menurut AHY, pendidikan menjadi instrumen paling efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, negara harus hadir memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak Indonesia, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

“Ini adalah salah satu upaya serius pemerintah dan merupakan program prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto yang menugaskan Kementerian Sosial, dengan dukungan pembangunan dari Kementerian Pekerjaan Umum. Kami di Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan turut mengoordinasikan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah agar program ini berjalan dengan baik,” jelas AHY.

Halaman Selanjutnya
img_title