Fakta Baru Taufik Hidayat: Bermasalah Sejak Kecil, Ibu Meninggal karena Stres - Ayah Dipukul
- Istimewa/VIVA Medan
Bandung , VIVA Medan - Latar belakang Taufik Hidayat (30) pelaku penyekapan dan pergeseran terhadap YTR (29) terungkap ke publik. Taufik memiliki riwayat perilaku bermasalah sejak usia muda dan saudara kandungnya pun turut terungkap yang juga kerap bermasalah.
Kepala Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Kusnaedi, menyebut tindakan agresif dan konflik yang melibatkan Taufik bukanlah hal baru di lingkungan tempat tinggalnya.
Kusnaedi mengaku pernah menangani persoalan hukum yang menjerat Taufik Hidayat sekitar sepuluh tahun lalu. Pada saat itu, Taufik mewujudkan kasus ditampilkan dan penggelapan sepeda motor hingga berakhirnya hukuman penjara .
"Pernah ditahan kasusnya dan penggelapan motor, saya yang ngurusin. Motor orang Garut. Pernah ditahan di Polsek Rancaekek, divonis 1,5 tahun dipenjara," ujarnya.
Setelah kasus tersebut, Kusnaedi mengaku tidak lagi bertemu dengan Taufik Hidayat selama bertahun-tahun. Ia menilai karakter keras Taufik terbentuk karena pola pengasuhan yang terlalu memanjakan dirinya sejak kecil.
“Kalau ribut sama tetangga suka dibela ayahnya, jadi kesayangan,” kata Kusnaedi.
Selain riwayat kekerasan, Kusnaedi mengungkap kondisi keluarga Taufik Hidayat yang termasuk penuh persoalan. Ia menuturkan ibu kandung Taufik mengalami tekanan mental berkepanjangan sebelum meninggal dunia.
Taufik Hidayat pelaku penyekapan dan penyiksaan YTR saat ditangkap.
- Istimewa/VIVA Medan
Menurutnya, banyak ibu mengalami stres berat akibat perilaku anak-anaknya yang sering bermasalah. Tidak hanya Taufik Hidayat, saudara-saudaranya juga disebut memiliki catatan perilaku negatif.
Kusnaedi menjelaskan kakak perempuan Taufik Hidayat telah meninggal dunia. Sementara kakak laki-lakinya dikenal sering mabuk dan pertunangan.
"Yang kedua suka mabuk, kerja juga dipecat. Punya istri sudah dua kali cerai, anak satu, sering ancam orang berkelahi," ujarnya.
Sedangkan adik bungsu Taufik Hidayat disebut meninggal akibat overdosis obat-obatan.
“Yang termuda meninggal karena over dosis, minum obat-obatan sampai meninggal dunia,” kata Kusnaedi.
Tekanan akibat masalah keluarga tersebut, selanjutnya, membuat ibu Taufik Hidayat mengalami gangguan mental yang cukup serius sebelum wafat.
Ibunya stres, setahun ampleung-ampleungan (jalan kaki ke sana ke mari), ungkapnya.
Ia mengatakan sang ibu lebih banyak mengurung diri di rumah, tidak mau berbicara, dan menolak memeriksa kesehatannya.