Fakta Baru Penangkapan Pelaku Penyiksaan Taufik Hidayat
- Istimewa/VIVA Medan
Bandung, VIVA Medan - Penangkapan Taufik Hidayat, pelaku penyiksaan , pembongkaran dan penyekapan terhadap YTR oleh tim gabungan Polda Jawa Barat, Selasa malam 23 Juni 2026, tidak lepas dari peran Dadang Ahyar Ismail, mantan atasan Taufik Hidayat. Dadang diketahui sempat menghubungi Taufik Hidayat untuk menanyakan pendapat terkait kasusnya yang viral .
"Si Taufik itu beberapa hari yang lalu nelfon ke saya 'gimana ini pak saya mendadak viral se-Indonesia'. Terus saya liat oh iya viral, terus kamu maunya gimana kan saya bilang begitu," kata dia dikutip dari tayangan YouTube TvOne News, Kamis 24 Juni 2026.
Dadang menjelaskan, Taufik sempat meminta perlindungan kepadanya. Ia menduga permintaan itu muncul karena Taufik mengetahui bahwa salah satu pangeran bertugas sebagai anggota kepolisian.
"'Gimana ya pak minta perlindungan', mungkin karena saya kan punya anak di kepolisian juga. Mungkin dia mikir ke sana, yaudah gini aja kamu kalau misalkan lari-lari mujur sampai kakek-kakek pasti capek saya bilang begitu," kata dia.
Dadang mengaku sempat memberikan sejumlah pertimbangan kepada Taufik agar bersedia menyerahkan diri. Menurutnya, jika terus melarikan diri, Taufik berisiko menangkap warga atau mengambil tindakan tegas dari aparat.
Taufik Hidayat, terduga pelaku penyekapan dan penyiksaan wanita di Kabupaten Bandung.
- Istimewa/VIVA Medan
"Kedua karena di medsos itu udah rame kamu bisa saja ketangkap warga, mati di jalan atau yang ketiga ketangkap polisi ditembak. Kamu pilih aja mau yang mana, dia mikir lama sampai pada akhirnya kemarin saya ngikut bapak aja menyerahkan diri," kata dia lebih lanjut.
Setelah mempertimbangkan hal tersebut, Taufik akhirnya menyatakan keinginannya untuk menyerahkan diri. Mendengar keputusan itu, Dadang langsung menghubungi Hendi, anggota Polda Jabar, untuk berkoordinasi terkait proses penyerahan diri dan penangkapan Taufik.
"Yaudah saya menyerahkan diri saya telefon pihak yang berwenang. Kebetulan saya telfon pak Hendi kebetulan di kepolisian, saya koordinasi. Cuman masih istilahnya bikin strategi dia benar-benar menyerahkan diri karena dia ganti-ganti nomor setiap nelfon. Saya nelfon pak Hendi 'oke pak Dadang kalau dia misalnya rencana mau ke rumah saya, pak Hendi siap-siap datang ke rumah'," kata dia.