Mojtaba Khamenei Langsung Instruksikan Penting untuk Militer Iran Pasca Dikabarkan Pulih dari Serangan AS-Israel
- Tangkapan Layar/VIVA Medan
VIVA Medan - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, langsung memberikan instruksi baru kepada militer Iran terkait upaya menghadapi dan mencegah ancaman dari musuh. Hal ini menjawab kabar Mojtaba Khamenei yang telah pulih setelah menjalani perawatan usai mengalami luka akibat serangan gabungan Amerika Serikat-Israel pada akhir Februari lalu.
Menurut laporan stasiun televisi SNN, instruksi tersebut disampaikan Mojtaba saat melakukan pertemuan dengan Komandan Markas Pusat Khatam al Anbiya Angkatan Bersenjata Iran, Ali Abdollahi.
Dalam laporan tersebut, instruksi yang diberikan dari Mojtaba Khamenei itu mencakup langkah-langkah untuk melakukan perlawanan tegas terhadap musuh-musuh Iran, demikian seperti dikutip dari laman TSS, Senin 11 Mei 2026.
Dalam pertemuan itu, Abdollahi juga menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran sepenuhnya loyal kepada Khamenei dan siap mempertahankan kedaulatan serta kepentingan nasional negara tersebut.
Kondisi Terkini Mojtaba Khamanei
Jumat waktu Iran, Kepala Protokol Kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Mazaher Hosseini mengabarkan bahwa pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei dalam kondisi sehat. Pihak protokol kantor pemimpin tertinggi Iran itu juga mengklarifikasi tentang luka yang dialami Mojtaba Khamenei dalam serangan akhir Februari lalu.
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei saat berjalan masuk ke ruang operasi militer Irak.
- Tangkapan Layar/VIVA Medan
Disebutkan bahwa Mojtaba Khamenei hanya mengalami luka ringan akibat serangan tersebut. Berdasarkan laporan Iran Internasional English, Mojtaba mengalami cedera pada tempurung lutut, punggung bagian bawah dan area belakang telinga.
“Saat serangan terjadi, Khamenei tidak berada di lokasi yang menjadi sasaran. Mereka menyerang rumahnya dan istrinya tewas di sana. Saat itu dia sedang menuju lokasi dan berada di tangga ketika rudal menghantam tempat tersebut. Ledakan membuatnya terjatuh,” kata Hosseini saat berbicara kepada para pendukung, seperti dikutip Iran International English seperti dikutip dari laman Times of India.
“Syukurlah, beliau dalam kondisi sehat. Musuh menyebarkan berbagai rumor dan klaim palsu. Mereka ingin melihat dan menemukan beliau, tetapi masyarakat harus bersabar dan tidak terburu-buru. Beliau akan berbicara kepada kalian pada waktu yang tepat,” lanjutnya.
Seperti diketahui, Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Kemudian pada 7 April, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran yang disebutnya bersifat “dua arah”.