LPS Siapkan Program Penjaminan, Ferdinan Purba: Industri Asuransi Miliki Potensi Besar Terus Tumbuh di Indonesia

Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Polis, Ferdinan D. Purba.
Sumber :
  • dok LPS

Medan, VIVA MedanLembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyelenggarakan kegiatan Media Gathering LPS di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), pada Minggu malam, 30 Mei 2026. Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution dan dihadiri oleh sekitar 30 jurnalis. 

img_title Kemendagri Siapkan Tiga Skenario TKD 2027, Jadi Prioritas Utama Daerah Bencana dan Fiskal Rendah

Kegiatan ini, merupakan ajang silaturahmi dan sinergi sekaligus dukungan LPS dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat melalui kanal media di daerah.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Polis, Ferdinan D. Purba. Program Penjaminan Polis (PPP) merupakan mandat strategis yang diberikan kepada LPS yang bertujuan untuk memberikan perlindungan atau proteksi bagi pemegang polis asuransi

img_title Optimalkan Fasilitas PON 2024, Bobby Nasution Ingin Olahraga Sumut Masuk Sektor Industri

Ia menjelaskan bahwa adanya penjaminan terhadap polis asuransi, tidak hanya memberikan kepastian bagi pemegang polis, tetapi juga meningkatkan kepercayaan pada industri asuransi, sekaligus mendukung pertumbuhan penetrasi asuransi di masyarakat. 

“Industri asuransi memiliki potensi yang besar untuk terus tumbuh di Indonesia. Per 2020, rasio aset asuransi di Indonesia terhadap produk domestik bruto masih berada di angka 4,6 persen sehingga penjaminan polis asuransi diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri ini,” kata Ferdinan. 

img_title Kini Berani Bermimpi Besar, Wali Kota Medan Bangga Lihat Semangat Siswa Sekolah Rakyat

Lebih lanjut, Ferdinan mencontohkan Amerika Utara dan Eropa sebagai kawasan dengan jumlah kegagalan terbesar di dunia, namun tetap mampu mendominasi pasar asuransi global dengan dukungan keberadaan lembaga penjamin polis. “Jangan terkecoh dengan kasus kegagalan perusahaan asuransi, karena yang utama adalah bagaimana proteksi terhadap kepentingan pemegang polisnya”, tutur Ferdinan.

Melihat pentingnya PPP dalam menopang kepercayaan nasabah asuransi, saat ini LPS sedang mempersiapkan program tersebut dengan sebaik-baiknya. Namun, menentukan skema PPP merupakan suatu tantangan tersendiri sebab setiap negara memiliki keunikan profil industri dan faktor penentu yang berbeda. 

“Berdasarkan survei International Forum of Insurance Guarantee Scheme (IFIGS) tahun 2023, mandat penjaminan polis asuransi di setiap negara berbeda-beda, antara lain: paybox, paybox plus, loss minimizer, dan risk minimizer.” ungkap Ferdinan. 

Sesuai dengan rencana amandemen Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), desain PPP yang nantinya diselenggarakan oleh LPS diusulkan untuk mendapatkan mandat yang paling komprehensif, yaitu risk minimizer. 

Halaman Selanjutnya
img_title