Kuliah Umum di UMSU, Deputi Kemenkop RI Sebut KMP Solusi Konkret Tekan Kemiskinan

Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi, Kementerian Koperasi RI Panel Barus, S.E., M.M menjadi narasumber kuliah umum di Kampus UMSU.
Sumber :
  • dok UMSU

Medan, VIVA MedanDeputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi, Kementerian Koperasi RI, Panel Barus, S.E., M.M menjadi narasumber pada kuliah umum bertajuk “Membangun Koperasi, Membangun Desa Makmur Bebas dari Kemiskinan” di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Acara berlangsung di Auditorium Kampus Jalan Muchtar Basri, Kota Medan, Kamis 30 April 2026.

img_title Resepsi Milad 109 Aisyiyah Sumut di UMSU, Hadirkan Expo 50 UMKM Unggulan

Acara dibuka Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMSU, Prof. Dr. Agussani, MAP bersama Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd dan Wakil Rektor III Dr. Rudianto, M.Si. Turut hadir, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Partai NasDem, Defri Noval Pasaribu, S.E., M.SP Pimpinan Fakultas, para Alumni UMSU aktivis 97 dan Mahasiswa lintas fakultas.

Dalam kuliah umum tersebut, Panel Barus menyinggung visi besar Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 yang didukung bonus demografi.

img_title Sekolah Rakyat Terintegrasi Medan dengan Kapasitas 1.080 Siswa, Menko AHY: Memutus Rantai Kemiskinan Melalui Pendidikan

“Indonesia memiliki mimpi besar yaitu Indonesia Emas 2045. Mimpinya, Indonesia menjadi negara maju dengan ekonomi lima besar dunia. Itu mungkin dicapai kalau disiapkan sejak sekarang,” jelasnya.

Dia menegaskan bahwa tingginya angka kemiskinan desa masih menjadi tantangan utama dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

img_title Berkunjung ke UMSU, Chosun University Korea Selatan Gelar Pertunjukan Tari Tradisional

“Salah satu penghambat Indonesia Emas adalah masih tingginya angka kemiskinan di desa. Jika angka kemiskinan tidak bisa ditekan hingga di bawah satu persen, maka mimpi itu sulit digapai,” ungkapnya.

Menurutnya, pemerintah melalui program strategis nasional mendorong pembentukan Koperasi Merah Putih di desa sebagai solusi konkret menekan angka kemiskinan.

“Koperasi desa harus mampu menjawab tiga masalah utama, yaitu menyediakan toko sembako dengan harga murah, layanan simpan pinjam berbunga ringan agar masyarakat tidak terjerat rentenir, serta penguatan gudang dan transportasi distribusi,” paparnya.

Dia juga menjelaskan tiga faktor utama penyebab kemiskinan desa, yakni tingginya beban biaya hidup akibat mahalnya distribusi dan logistik.

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi strategis tentang peran koperasi Merah dalam mendorong kesejahteraan desa serta menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara Ketua BPH UMSU, Prof.Dr.Agussani, MAP dalam sambutan menyampaikan apresiasi atas kehadiran Deputi Kemenkop RI yang juga aktivis mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMSU Tahun 1997.

Halaman Selanjutnya
img_title