Terhalang Awan, Pemantauan Gerhana Bulan Terlihat Samar-samar di Medan

Pemantauan Gerhana Bulan di Medan.
Sumber :
  • Ist/VIVA Medan

Medan, VIVA Medan–Pemantauan gerhana bulan total atau Blood Moon, salah satunya dilakukan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah 1 Medan, Selasa 3 Maret 2026.

img_title Solusi Transportasi Pelajar di Wilayah Terpencil, Pemprov Sumut Terjunkan 33 Bus Perintis Gratis di 5 Kabupaten

Dari lokasi terlihat pemantauan dilakukan sejak petang hingga matahari terbenam. Pemantauan tersebut, dari wilayah Aceh hingga pemantauan.

Petugas BBMKG Wilayah 1 sudah melakukan pemantauan. Namun hingga fase puncak pada 18.33 WIB, bulan juga belum terlihat. Begitu juga pada fase umbra.

img_title KSP Dorong Percepatan Penyelesaian Pembangunan Tol Trans Sumatera Ruas Binjai–Langsa

Fenomena astronomi ini termasuk langka karena hanya terjadi dalam periode tertentu. Sehingga menjadi fenomena langkah bisa dilihat secara langsung. 

Pantauan wartawan, bulan baru terlihat pada pukul 19.37 WIB. Namun sayang, kondisi bulan tertutup awan yang cukup tebal. Sehingga, bulan hanya tampak samar-samar.

img_title Realisasi Pendapatan Daerah Sentuh 69,8%, Pemprov Sumut Bentuk Tim Khusus Dongkrak Retribusi

Kepala BBMKG Wilayah 1 Medan, Hendro Nugroho mengungkapkan pihaknya melakukan pemantauan gerhana bukan ini, merupakan fenomena istimewa. Apalagi terjadi saat bulan Ramadan. Hal ini, sangat terkesan.

Dia menjelaskan, Warna merah muncul akibat pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer Bumi. cahaya biru tersebar, sementara cahaya merah diteruskan dan dipantulkan ke permukaan Bulan.

“Fenomena yang kelihatan merah itu adalah hari ini. Jadi bulannya seperti dimakan darah gitu ya,” sebut Hendro kepada wartawan, disela-sela pemantauan.

Di Indonesia, gerhana bulan bisa terjadi dua kali setahun. Namun fenomena Blood Moon langka terjadi. Mereka memrediksi, fenomena serupa akan terjadi pada 2028.

Hendro juga memastikan, fenomena gerhana hari ini tidak berkaitan dengan gempa yang terjadi di Pulau Simeulue, Aceh. Gempa berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah itu petang tadi.

“Secara astronomi dan secara tektonik itu tidak ada kaitanny. Jadi memang kebetulan talah terjadi gempa dan petang ini juga terjadi gerhana,” jelas Hendro.