Sekolah Rakyat Sekumur Berbenah, Kualitas Belajar Mengajar Terus Ditingkatkan Saat Bulan Suci Ramadan
- Ist/VIVA Medan
Aceh Tamiang, VIVA Medan–Enam anggota Relawan Kemanusiaan Rawantara (RAWANTARA) sudah sibuk di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang. Sekolah Rakyat yang diinisiasi RAWANTARA untuk para penyintas banjir di sana mengalami kerusakan cukup parah karena hujan dan angin kencang sehari sebelumnya.
Tenda-tenda sekolah koyak. Lantainya juga terimbas genangan air. Sekolah yang sudah berjalan selama dua bulan terakhir ini, jadi fasilitas anak – anak penyintas banjir di Sekumur untuk mendapatkan fasilitas belajar.
“Kita sudah merelokasi ruang kelas atau tenda untuk tempat beajar ke tempat yang lebih tinggi. Sehingga anak-anak bisa nyaman untuk belajar bersama guru-guru,” kata salah seorang anggota RAWANTARA, Zidan, Rabu 18 Februari 2026.
Tim sudah tiba sejak Senin malam, 16 Februari 2026. Mereka membawa logistik berupa sayuran dan kebutuhan pokok lainnya. Mereka juga mendistribusikan tiga ekor kambing donasi dari Kopmunitas Selasapagi, pegiat olahraga lari di Kota Medan. Kambing itu rencana akan dikonsumsi warga dalam acara Makmeugang: tradisi masyarakat Aceh menyembelih kurban untuk menyambut Ramadan.
Pembenahan sekolah juga menjadi langkah baru menyambut Bulan Ramadan. RAWANTARA ingin tetap bisa memfasilitasi anak-anak di Sekumur untuk mendapatkan hak belajarnya.“Kita terus melakukan pembenahan dari hari ke hari. Meningkatkan kualitas pembelajaran untuk para anak-anak penyintas di sini,” katanya.
Sekolah Rakyat Sekumur di Kabupaten Aceh Tamiang Berbenah.
- Ist/VIVA Medan
Apalagi, lanjut Zidan, esok hari sudah memasuki bulan Ramadan. Biasanya, dari informasi yang mereka dapat dari masyarakat, Ramadan di Sekumur cukup meriah. Anak-anak di sana selalu ceria menyambut Ramadan.
Sembari melakukan pembenahan, tim yang ada di Sekumur juga melakukan pengumpulan data dan informasi. Asesmen dilakukan untuk mengetahui, apa saja yang menjadi kebutuhan anak-anak dalam pemulihan psikologis pasca bencana.
“Hasilnya nanti akan kami diskusikan dengan tim di Medan. Kita kemudian akan membuat rencana kegiatan selama Ramadan,” ujar Zidan.
Koordinator Rawantara Gumilar Aditya Nugroho mengatakan, sekolah rakyat di Sekumur sampai saat ini digerakkan dengan prinsip kesukarelawanan. Sejak awal digagas, sekolah ini diisi oleh para guru dari berbagai latar belakang. Mayoritasnya, para mahasiswa dari sejumlah daerah.