Eyang Meri Istri Jenderal Hoegeng Meninggal Dunia, Kisah Kehidupan Keduanya Berawal di Medan

Meriyati Hoegeng saat berusia 100 tahun bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Sumber :
  • Istimewa/VIVA Medan

VIVA Medan - Istri Kapolri kelima, almarhum Jenderal (Purn) Hoegeng Imam Santoso, Meriyati Hoegeng atau Eyang Meri, meninggal dunia dalam usia 100 tahun. Eyang Meri meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Polri, Kramatjati Jakarta Timur, Selasa 3 Februari 2026 pada pukul 13.25 WIB.

img_title Bakar Lahan Demi Hemat Biaya, Polri Tetapkan 72 Orang Jadi Tersangka Kasus Karhutla

Kabar duka ini diketahui dari postingan konten kreator Polri, Ipda Herman Hadi Basuki. Dalam postingannya di Instagram resmi @herman_hadi_basuki, dia membagikan kabar duka lewat Instastorynya.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah berpulang Eyang Meri Hoegeng. Kejujuran dan kesederhanaanmu akan selalu hidup di hati kami. Selamat jalan, Eyang," demikian dikutip dari akun tersebut, Selasa, 3 Februari 2026.

img_title Cegah TPPO Sejak Dini, Imigrasi Sumut Gandeng TNI/Polri Hingga BP3MI Perkuat PIMPASA

Almarhum meninggal dunia pada usia 100 tahun. Jenazahnya bakal disemayamkan di Pesona Khayangan, Depok, Jawa Barat. Adapun Eyang Meri menghembuskan napas terkahir di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Selasa siang.

Eyang Meri memiliki nama lengkap Merry Roeslani lahir pada 23 Juni 1925. Beliau merupakan anak dari pasangan dr. Mas Soemakno Martokoesoemo dengan Jeanne Reyneke van Stuwe. Eyang Meri juga diketahui merupakan keponakan dari Besar Marokoesomo, advokat pribumi pertama di Indonesia.

img_title Cegah TPPO dari Desa, Imigrasi Sumut Bentuk 171 Desa Binaan

Ini Kehidupan Jenderal Hoegeng - Eyang Meri 

Terkait perjalanan cintanya dengan mendiang Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso bermula saat keduanya menjadi pemeran sandiwara radio bertajuk Saija dan Adinda, yang disiarkan di Radio Angkatan Laut, Darat, dan Oedara (ALDO) Yogyakarta dan RRI Yogyakarta. Saat itu mendiang Hoegeng merupakan perwira Angkatan Laut Republik Indonesia berpangkat Mayor.

Keduanya menikah pada 31 Oktober 1946 di Yogyakarta. Semenjak menikah dengan Hoegeng mendiang Mery dikenal selalu mengikuti suaminya. Mulai dari ketika mereka harus mengungsi semenjak Agresi Militer Belanda I hingga ketika Hoegeng ditempatkan di Medan sebagai Kepala Bagian Reserse Kriminal pada tahun 1956.

Ketika Hoegeng ditempatkan di Jakarta dan belum mendapat jabatan, Meriyati mulai membuka usaha toko bunga di Pasar Cikini untuk mendukung finansial keluarganya. Namun, ketika Hoegeng mendapatkan jabatan sebagai Kepala Jawatan Imigrasi, Meriyati pun menutup usahanya atas permintaan suaminya.

Halaman Selanjutnya
img_title