Jaringan Elite Global dalam Pusaran Skandal Kasus Jeffrey Epstein, Ada Donald Trump, Bill Clinton hingga Pangeran Andrew

Jeffrey Epstein.
Sumber :
  • Tangkapan Layar/VIVA Medan

VIVA Medan - Pemerintah Amerika Serikat merilis jutaan dokumen investigasi resmi kasus Jeffrey Epstein yang kembali menjadi perhatian dunia. Skandal yang melibatkan jaringan elite global ini tidak hanya membuka kembali luka lama para korban, tetapi juga memicu perdebatan internasional mengenai transparansi hukum dan perlindungan anak

img_title Perjalanan Kasus Dugaan Asusila Oknum Mahasiswa FEB USU, Berujung CHS Dipecat Sebagai Mahasiswa

Epstein, seorang pemodal kaya asal Amerika Serikat, dikenal memiliki jaringan pertemanan luas dengan tokoh politik, pebisnis, hingga figur publik dunia. Namun di balik kekayaan dan pengaruh tersebut, terungkap praktik kejahatan seksual sistematis yang berlangsung selama bertahun-tahun.

Berikut kronologi lengkap kasus Jeffrey Epstein, seperti dilansir dari US News dan Britannica.

img_title Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Argentina 1-0, Gelar Kedua Sejak 2010

1. 2005 – Laporan Awal Memicu Penyelidikan

Pada Maret 2005, keluarga seorang gadis berusia 14 tahun melapor ke kepolisian Palm Beach, Florida, atas dugaan pelecehan seksual di kediaman mewah Epstein. Laporan ini membuka pintu bagi pengakuan korban lain yang menyatakan direkrut untuk melakukan pijat bermuatan seksual.

img_title Tarif 20 Persen Lintasi Selat Hormuz Dibatalkan Trump, Diganti Negara Kawasan Teluk Investasi ke AS

2. 2006 – Penangkapan Pertama dan Kontroversi Hukum

Pada Mei 2006, polisi menyatakan siap membawa kasus Epstein ke pengadilan. Namun perkara dialihkan ke dewan juri. Pada Juli 2006, Epstein ditangkap, tetapi hanya didakwa dengan tuduhan ringan terkait permintaan jasa prostitusi, memicu tudingan adanya perlakuan istimewa.

3. 2007 – Kesepakatan Kontroversial dengan Jaksa Federal

Pada 2007, jaksa federal menyiapkan dakwaan baru. Akan tetapi, negosiasi panjang menghasilkan kesepakatan yang memungkinkan Epstein menghindari tuntutan pidana tingkat federal.

4. 2008 – Vonis Ringan dan Fasilitas Khusus

Pada Juni 2008, Epstein mengaku bersalah atas dua dakwaan negara bagian dan dijatuhi hukuman 18 bulan penjara dengan fasilitas pembebasan kerja, keputusan yang kembali menuai kecaman publik.

5. 2009 – Gugatan Korban Mengungkap Dugaan Perdagangan Seks

Pada Mei 2009, Virginia Roberts Giuffre mengajukan gugatan perdata yang menuduh Epstein dan Ghislaine Maxwell memperdagangkan korban kepada pria-pria berpengaruh. 

6. 2011–2014 – Tuduhan Terhadap Tokoh Dunia Mencuat

Wawancara dan dokumen pengadilan kembali mengangkat dugaan keterlibatan sejumlah figur internasional, termasuk Andrew Mountbatten-Windsor. Seluruh pihak yang disebutkan membantah tuduhan tersebut.

7. 2019 – Penangkapan Kedua dan Kematian Epstein

Pada Juli 2019, Epstein kembali ditangkap oleh jaksa federal New York atas tuduhan perdagangan seks. Namun pada 10 Agustus 2019, ia ditemukan meninggal di sel penjara Manhattan akibat bunuh diri, yang memicu kontroversi global dan teori konspirasi.

Halaman Selanjutnya
img_title