Gempa M4.6 Terjadi di Aceh Tengah-Bener Meriah, Warga : Guncangannya Kuat

Ilustrasi gempabumi.
Sumber :
  • Istimewa/VIVA Medan

Aceh Tengah, VIVA Medan – Gempabumi dengan kekuatan magnitudo 4.6 menguncang Kabupaten Aceh Tengah dan sekitarnya, Selasa malam, 30 Desember 2025, sekitar pukul 20.43 WIB. Gempabumi tersebut, terletak pada koordinat 4.72° LU dan 96.78° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 7 km Barat, Kabupaten Bener Meriah pada kedalaman 10 km.

img_title Pasca Gempa M 6,4 di Simalungun, KAI Sumut Pastikan Jalur Kereta Api Aman untuk Dilintasi

Kepala Balai Besar MKG Wilayah I, Hendro Nugroho memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif.

"Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut. Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," katanya, dalam keterangan persnya. 

img_title Gempa Bumi M 6.4 di Simalungun, Guncangan Dirasakan Hingga Tebing Tinggi dan Kota Medan

Saat gempa terjadi, warga berhamburan. Hal itu, diungkapkan oleh Widiya Hastuti, warga Desa Pondok Gajah, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah mengaku panik saat gempa terjadi.“Kami langsung ke luar rumah. Warga lain juga ke luar rumah,” kata Widiya.

Kata Widiya, gempa tidak hanya sekali. Mereka merasakan empat kali guncangan. “Guncangan pertama kecil, kemudian semenit gempa lagi. Besar guncangannya. Kemudian ada suara gemuruh dan yang keempat, itu berselang 10 menit gempa lagi. Guncangannya kuat,” katanya. 

img_title Gempa Bumi dengan Kekuatan Magnitudo 6.4 Guncang Simalungun, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Saat ini di desa itu, kondisi sudah kondusif. Warga sudah kembali ke dalam rumahnya. Meski pun Widiya masih bersiaga dengan keluarganya di rumah.“Kami tidur di dapur ini. Karena bangunan dapur dari kayu. Kalau di depan, beton,” katanya itu. 

Widiya mendapat informasi, sebagian warga yang tinggal di kaki gunung Burni Telong sudah mengungsi ke lokasi yang lebih aman.“Di sana lebih kuat. Warga ada yang mengungsi,” jelasnya.