Program Makan Bergizi Gratis Jadi Fondasi Indonesia Emas 2045

Direktur Direktorat Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional (BGN) Tengku Syahdana.
Sumber :
  • Istimewa/VIVA Medan

VIVA Medan - Direktur Direktorat Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional (BGN) Tengku Syahdana menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah inisiatif mulia yang bertujuan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

img_title Sinergi Imigrasi dan Pemasyarakatan Sumut Sukses Kawal SKD Poltekimipas 2026

Badan Gizi Nasional ditunjuk pemerintah sebagai mitra dalam memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis. Program ini diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat.

Direktur Direktorat Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional (BGN) Tengku Syahdana mengungkapkan ada 4 kelompok penerima manfaat yang menjadi sasaran program MBG.

img_title Momen Hari Kesaktian Pancasila, KA Siantar Ekspres Wujudkan Keadilan Akses Transportasi di Sumut

“Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pemenuhan gizi yang baik, khususnya bagi anak-anak usia dini, peserta didik (TK, SD, SMP, SMA, SLB, sekolah agama, pondok pesantren), ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” tutur Tengku Syahdana saat Sosialisasi MBG di Medan 21 Mei 2025.

Badan Gizi Nasional, yang baru terbentuk sekitar enam bulan, memiliki tugas berat namun strategis dalam mengimplementasikan program MBG. Hingga April 2025 lalu, Sumatera Utara baru memiliki 23 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sementara target yang dibutuhkan adalah 1.216 SPPG. 

img_title Kafilah Sumut Tembus 5 Besar di MTQ Nasional, Bobby Nasution: Alhamdulillah Target dan Ini Luar Biasa

Angka tersebut menunjukkan betapa besar upaya yang harus dilakukan untuk mencapai target nasional 30.000 lebih SPPG yang akan melayani 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Tengku Syahdana mengungkapkan bahwa setiap dapur MBG akan dikelola oleh seorang kepala SPPG yang ditunjuk langsung oleh Badan Gizi Nasional. 

“Setiap SPPG akan memiliki tim yang terdiri dari Kepala SPPG, Ahli Gizi, dan Ahli Akuntansi. Ahli gizi akan memastikan asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak, sekaligus memberikan edukasi tentang pola makan sehat kepada keluarga,” terangnya.

Acara yang juga dihadiri oleh Gubernur Sumatera Utara ke-17 Tengku Erry Nuradi itu menceritakan mengenai pengalaman berharga dalam menyusun dan mengimplementasikan program-program yang berhasil. 

Dalam kesempatannya, Tengku Erry menekankan mengenai pentingnya kolaborasi dan dukungan dari seluruh pihak, mengingat MBG adalah program skala besar nasional.

Ia juga menyamapaikan mengenai manfaat-manfaat positif yang dapat dipetik dari program Makan Bergizi Gratis. Tengku Erry menyebut Program MBG akan menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat lokal. Dengan target 30.000 lebih dapur umum atau SPPG di seluruh Indonesia, diperkirakan akan tercipta sekitar 1,5 juta lapangan kerja baru, termasuk tenaga relawan, staf dapur, dan satpam.

Halaman Selanjutnya
img_title