Pengamat Ekonomi Dorong Pemko Medan untuk Terus Jaga Kestabilan Pertumbuhan Ekonomi
- Istimewa/VIVA
Medan, VIVA Medan–Pemerintah Kota (Pemko) Medan, didorong terus untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di ibu kota Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melalui alokasi belanja APBD Kota Medan. Sehingga mampu menjaga pertumbuhan ekonomi dikisaran 5% selama tahun 2026 ini.
Hal itu, disampaikan oleh Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benyamin. Dengan itu, ia mengatakan Pemko Medan, harus terus berinovasi dalam menjaga dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tengah masyarakat.
Sebagai informasi APBD Kota Medan lebih besar ketimbang Kabupaten/Kota lainnya di Sumut. Pada tahun 2026 ini, APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2026 disahkan dengan nilai belanja daerah sekitar Rp6,9 triliun dan kemudian disepakati dalam Perubahan APBD 2026 menjadi sekitar Rp7,7 triliun.
Lanjut, Gunawan mengatakan lokasi belanja Pemerintah Kota Medan diproyeksikan mampu menjaga pertumbuhan ekonomi dikisaran 5% selama tahun 2026 ini. Atau masih tidak jauh berbeda dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di tahun 2025 yang sebesar 5.1%.
"Jika mengacu struktur ekonomi dimanha kontribusi paling besar pertumbuhan ekonomi kota medan seperti perdagangan besar dan eceran serta reparasi kendaraan (27.48%), konstruksi (17.31%), serta industri pengolahan 14.13%," sebut Gunawan Benyamin, Selasa 1 September 2026.
Gunawan menyarankan kepada jajaran Pemko Medan untuk fokus pada pertumbuhan ekonomi di Kota Medan, kedepan harus bertumpu pada upaya untuk memperbaiki belanja atau konsumsi rumah tangga.
"Kalau melihat kinerja sektor konstruksi yang tumbuh negatif ini banyak berkorelasi dengan efisiensi anggaran, serta industrui pengolahan yang melambat ini juga sangat erat kaitannya dengan konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah hingga kinerja ekspor maupun impor," kata Gunawan.
Gunawan berkesimpulan bahwa motor penggerak ekonomi kota medan masih bertumpu pada belanja pemerintah pusat. Kontsribusi ekonomi kota medan itu sebanyak 28.53% porsinya terhadap Sumuit.
"Kinerja konsumsi rumah tangga yang melambat perlu diantisipasi. Terlebih laju tekanan inflasi di kota medan pada bulan Juli secara tahunan berada dikisaran 4.11%, masih diatas sasaran target Bank Indonesia," ungkap Gunawan.
Gunawan mengingatkan bahwa inflasi yang kurang terkendali akan membuat daya beli masyarakat kian terbebani. Kinerja ekonomi Kota Medan sangat sensitif dengan dinamika ekonomi eksternal global maupun internal tanah air. Karakteristiknya berbeda dengan sejumlah wilayah yang mengandalkan sumber daya alam sebaagai penggerak perekonomian.