Lurah Aur Dicopot Atas Dugaan Pungli, Pengamat Sebut Ini Bukti Kepemimpinan Rico Waas yang Transformatif

Kantor Wali Kota Medan.
Sumber :
  • dok Pemko Medan

Medan, VIVA MedanPengamat Komunikasi dan Kebijak Publik, Dr. Fakhrur Rozi, M.Ikom mengapresiasi langkah tegas dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Medan dibawah kepemimpinan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu mencopot Lurah Aur, Kecamatan Medan Maimun, Efrin Hadi Syahputra Hasibuan.

img_title Didorong PWPM dan Komunitas Jurnalis Ekonomi Sirkular Berbuah, 150 Pemulung Kini Tercover BPJS Ketenagakerjaan

Lurah Aur, Efrin Hadi Syahputra Hasibuan, hasil pemeriksaan dan uaudit Inspektorat Kota Medan, diduga melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap kepala lingkungan di Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, hingga diduga menikmati fasilitas gratis SPA di wilayah kerjanya. 

"Itu harus kita apresiasi terhadap langkah tegas pak Wali Kota Medan dan Pemko Medan, terhadap Lurah Aur yang diduga melakukan pungli ya," kata Dr. Fakhrur Rozi, M.Ikom kepada wartawan, Sabtu 8 Agustus 2026.

img_title Pangkas Birokrasi, Pemko Medan Buka Layanan Kependudukan Langsung di 21 Kecamatan

Fakhrur Rozi, yang juga sebagai Akademisi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) menyebutkan langkah tersebut, sebagai responsif Wali Kota Medan, Rico Waas dan Pemko Medan terkait keluhan masyarakat. Meski disampaikan melalui video viral di media sosial. 

"Langkah-langkah ini, kepemimpinan yang sifatnya transformatif lah kalau bahasa birokrasinya ya. Cara salah satu tanda responsif terhadap suara masyarakat," sebut Fakhrur Rozi.

img_title Luncurkan E-Loket Pajak, Wali Kota Medan Pangkas Birokrasi Lewat Layanan Satu Pintu

Fakhrur Rozi menjelaskan bahwa kasus yang menjerat Lurah Aur, mudah diusut. Jadi pertanyaan kepada Inspektorat Kota Medan. Apakah oknum lurah itu, bermain sendiri melakukan pungli. Kemudian, sampai mana pemeriksaan, apa sudah menyentuh Camat Medan Maimun. 

"Kalau praktek-praktek memeras kepling ini, kan atau gini, praktek-praktek relasi kuasa ini kan enggak enggak sederhana menurut aku. Enggak sederhana tapi simpel. Misalnya Lurah menekan kepling, Camat menekan Lurah. Iya. Ya kita dukung juga kalau bisa Camatnya diperiksa juga," kata Fakhrur Rozi. 

Akademisi UINSU Dr Fakhrur Rozi.

Photo :
  • Ist/VIVA Medan

Fakhrur Rozi mengungkapkan jangan pemeriksaan hanya sebatas Lurah Aur saja, di tingkat atas seperti Camat Medan Maimun, apakah sudah dimintai keterangan atau sudah diperiksa oleh Inspektorat Kota Medan. 

"Biasa Kepling ditekan Lurah, dan Lurah ditekan Camat. Jadi, Camat harus dimintai keterangan. Jangan lurah aja dicecar dan diberitakan terus, terlalu kecil. Bagaimana Camat?. Karena enggak mungkin itu, Lurah berani sendiri ya. Kecuali memang dia sakit jiwalah kalau berani sendirian gitu," kata Pakar Komunikasi Digital ini. 

Halaman Selanjutnya
img_title