Saat Medan Diterjang Banjir, Kisah Rico Waas Ulurkan Tangan untuk Bencana Aceh Tamiang

Wali Kota Medan, Rico Waas dan Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi.
Sumber :
  • dok Pemko Medan

Medan, VIVA MedanHubungan antardaerah bukan sekadar urusan birokrasi dan administrasi di atas kertas. Lebih dari itu, ia adalah tentang rasa kemanusiaan yang hadir secara nyata di saat-saat tersulit. Hubungan emosional yang erat ini tergambar jelas dalam pertemuan silaturahmi penuh kehangatan antara Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dan Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, di Rumah Makan Pagi Sore, Jalan Kejaksaan, Medan Petisah, Kamis 9 Juli 2026.

img_title Pimpin HUT ke-81 RI, Rico Waas Tegaskan Pembangunan Medan Harus Berdampak Nyata Kepada Masyarakat

​Kehadiran jajaran Pemkab Aceh Tamiang ke Kota Medan ini membawa misi khusus: menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas bantuan tulus yang diulurkan Pemko Medan saat bencana banjir besar melanda Aceh Tamiang pada akhir November 2025 lalu.

​Dalam pertemuan tersebut, Rico Waas sempat mengenang kembali masa-masa kelam itu. Akhir November 2025 adalah waktu yang berat bagi Kota Medan yang saat itu dikepung banjir besar di 19 dari 21 kecamatan, berdampak pada sedikitnya 85.000 warga. Namun, meski kotanya sendiri sedang "terluka", Rico Waas tidak menutup mata terhadap penderitaan daerah tetangga.

img_title Sambut HUT RI ke-81, Rico Waas Pimpin Gotong Royong Serentak di 21 Kecamatan Sekaligus Jaring Keluhan Warga Medan

​"Kami mendengar kabar bahwa kondisi di Aceh Tamiang sangat fatal. Betul-betul terendam, dan masyarakat serta Pak Bupati sendiri saat itu sangat membutuhkan bantuan," kenang Rico Waas.

​Melihat kedahsyatan dampak banjir yang meluluhlantakkan infrastruktur di Aceh Tamiang, Rico Waas langsung mengambil tindakan cepat tepat di momentum Hari Bela Negara. Baginya, membela negara juga berarti membela sesama anak bangsa yang sedang tertimpa musibah.

img_title Kibarkan Semangat Kemerdekaan, Rico Waas Ajak Warga Medan Rawat Rasa Cinta Tanah Air

​"Saat itu saya bilang, 'Oke, kita ke Tamiang. Ayo kita bantu Tamiang. Apa yang kita punya sekarang? Apa yang mereka butuhkan? Pembersihan.' Maka personel pemadam kebakaran dan alat berat dari Dinas SDABMBK langsung kita turunkan. Kami tidak mencari penghargaan atau timbal balik apa pun. Ini murni bicara tentang kemanusiaan dan persahabatan," tegas Rico.

​Meski bantuan telah dikirimkan, Rico menyadari pemulihan Aceh Tamiang tidaklah mudah. Kerusakan massal pada rumah warga, dokumen penting, hingga aset pemerintah membuat daerah tersebut seolah harus merangkak dari titik nol. Namun, ia tetap optimis. "Kami percaya Aceh Tamiang di bawah kepemimpinan Bapak Armia Fahmi akan segera bangkit dan jauh lebih jaya," ungkapnya.

Halaman Selanjutnya
img_title