Intip Kemeriahan Karnaval Budaya Nusantara di Rakernas XVIII APEKSI di Kota Medan

Karnaval Budaya Nusantara dalam rangka Rakernas XVIII APEKSI, di Kota Medan.
Sumber :
  • dok Pemko Medan

Medan, VIVA MedanGuyuran hujan deras saat Karnaval Budaya Nusantara dalam rangka Rakernas XVIII APEKSI, kawasan Lapangan Merdeka, di Jalan Pulau Pinang, Kota Medan, Kamis 2 Juli 2026. Kegiatan ini, justru memperlihatkan kekompakan, solidaritas, dan semangat kebersamaan antarpemerintah kota se-Indonesia.

img_title Medan Siap Jadi Tuan Rumah Silaturahmi Anak Bangsa 2026, Rico Waas: Kita Kota Multikultural

Hal ini diungkapkan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas mengungkapkan saat menutup Indonesia City Expo 2026 di Ballroom Santika Dyandra Hotel, Kota Medan, Jumat 3 Juli 2026.

Rico Waas menceritakan, sejak sore hujan terus mengguyur Kota Medan hingga sempat membuat panitia khawatir karnaval budaya tidak dapat dilaksanakan. Apalagi, seluruh rangkaian acara digelar di ruang terbuka dengan rute yang cukup panjang.

img_title Lewat Turnamen Padel, Rico Waas Ajak Warga Jadikan Olahraga Energi Baru Bangun Medan

"Saya sempat berpikir, jangan-jangan karnaval budaya tidak bisa berjalan karena hujan terus turun. Tetapi begitu kami tiba di lokasi, semangat para delegasi luar biasa. Tidak ada satu pun kota yang ingin menyerah," ujarnya.

Menurut Rico Waas, melihat antusiasme tersebut, panitia bersama seluruh delegasi akhirnya sepakat untuk tetap melanjutkan karnaval meski hujan masih mengguyur kawasan Jalan Pulau Pinang.

img_title 'Medan untuk Semua', Rico Waas Minta Warga Jadi Agen Harmoni dan Junjung Tinggi Toleransi

Karnaval Budaya Nusantara dalam rangka Rakernas XVIII APEKSI, di Kota Medan.

Photo :
  • dok Pemko Medan

Keputusan itu, katanya, menjadi momen yang menunjukkan eratnya persaudaraan di antara para kepala daerah dan delegasi yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

Ia bahkan mengaku terkesan melihat para wali kota yang sebelumnya sempat meninggalkan lokasi kembali lagi ke panggung untuk menyaksikan jalannya karnaval bersama para delegasi, meski harus berhujan-hujanan.

"Semuanya basah kuyup, tetapi tetap bertahan sampai acara selesai. Itu menunjukkan solidaritas, rasa kekeluargaan, dan kehangatan yang dimiliki keluarga besar APEKSI," katanya.

Rico Waas menambahkan, kekompakan tersebut menjadi kenangan yang sangat berharga bagi Kota Medan sebagai tuan rumah Rakernas XVIII APEKSI sekaligus saat kota ini merayakan Hari Jadi ke-436.

"Terima kasih kepada seluruh wali kota dan delegasi yang telah hadir. Kehadiran dan kebersamaan itu menjadi hadiah yang sangat luar biasa bagi Kota Medan," jelasnya.