Sosialisasi Perda Ketertiban Umum, Romi Van Boy Ajak Warga Perangi Narkoba dan Geng Motor

Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Golkar, Romi Van Boy saat gelar Sosialisasi Perda Ketertiban Umum kepada warga di Medan.
Sumber :
  • Ist/VIVA Medan

Medan, VIVA MedanPersoalan keamanan, peredaran narkoba yang marak dan aksi brutal geng motor masih menjadi perhatian serius di wilayah Kota Medan, termasuk di Kecamatan Medan Maimun. Untuk itu, diperlukan sinergi masyarakat dalam memberantas dua hal tersebut. 

img_title Akhir Pelarian Apeng, DPO Kasus Sabu Medan yang Ditangkap Polda Sumut di Tempat Persembunyian Riau

Hal itu, diungkapkan Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Golkar periode 2024–2029, Romi Van Boy.S.H menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum bersama masyarakat Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Minggu 28 Juni 2026.

Kegiatan diawali dengan doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan dari perwakilan kelurahan sebelum dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Romi Van Boy S.H.

img_title Berawal Kunjungi Suami di Lapas, IRT di Simalungun Tergiur Jual Sabu Hingga Diciduk Polisi

Lanjut, Van Boy mengungkapkan penanganan masalah tersebut, membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat bersama aparat penegak hukum. Sehingga perda ini, dapat berjalan secara optimal. 

"Peredaran narkoba di wilayah ini masih menjadi perhatian kita bersama. Ini hanya bisa diberantas apabila masyarakat turut berperan aktif memberikan informasi dan mendukung aparat penegak hukum," ujar Romi.

img_title Polres Batu Bara Bongkar Peredaran Vape Narkoba, 4 Tersangka dan Belasan Cartridge Etomidate Diamankan

Ia juga mengimbau para orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak-anak, terutama pada malam hari, guna mencegah mereka terlibat dalam aksi kriminal maupun penyalahgunaan narkoba.

"Kalau anak sudah keluar malam dan belum pulang, segera cari tahu keberadaannya. Jangan sampai ikut-ikutan dan akhirnya menjadi korban ataupun pelaku," katanya.

Pada sesi dialog, warga menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari maraknya geng motor, penyalahgunaan narkoba, hingga dugaan adanya pungutan terhadap kepala lingkungan (kepling).

Menanggapi keluhan tersebut, Romi mengaku langsung berkomunikasi melalui sambungan telepon dengan Wali Kota Medan. Ia menyebut laporan terkait dugaan pungutan terhadap kepling telah ditindaklanjuti dan sedang dalam proses pemeriksaan oleh Inspektorat.

"Pak Wali Kota menyampaikan bahwa persoalan tersebut sudah diproses dan sedang diperiksa oleh Inspektorat. Kita tunggu hasilnya. Kalau dalam waktu satu minggu tidak ada perkembangan, saya akan membawa langsung para kepling bertemu Wali Kota," tegasnya.

Selain itu, Romi juga menanggapi keluhan warga mengenai sulitnya lapangan pekerjaan bagi generasi muda. Ia menegaskan tidak boleh ada diskriminasi berdasarkan suku, agama, maupun ras dalam proses penerimaan tenaga kerja.

Halaman Selanjutnya
img_title