Cerita Wisudawati Beragama Kristen Kuliah di Kampus Berbasis Islam, Gabriel: UMSU Sangat Toleransi dan Hargai Perbedaan

Wisudawati Gabriel Lydia Hotmadia foto bersama kedua orang tuanya dan Rektor UMSU Prof.Akrim.
Sumber :
  • dok UMSU

Medan,VIVA MedanDi hari kedua pelaksanaan wisuda digelar oleh Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), diikuti 839 wisudawan, yang berlangsung di Gedung Selecta Convention Hall Jalan Listrik Medan, Rabu 24 Juni 2026.

img_title Cetak Lulusan Unggul dan Berdaya Saing Global, 404 Mahasiswa FISIP UMSU Ikuti KKN Reguler dan Internasional

Dalam upacara wisuda hari kedua itu, kembali ada yang menarik dari peserta wisuda, berasal dari wisudawati beragama Kristen, bernama Gabriel Lydia Hotmadia. Ia menyebutkan bahwa Kampus UMSU sangat menjunjung tinggi toleransi beragama. 

Dalam sambutannya mewakili dari peserta wisuda. Gabriel berbagi cerita kuliah di Kampus UMSU dengan nilai-nilai Islam dan kemuhammadiyahan. Ia merupakan mahasiswi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMSU. 

img_title Semarak HUT RI ke-81 dan Sambut Muktamar, UMSU Gelar Turnamen Olahraga Antarsivitas Akademika

Gabriel Sianturi membagikan pengalaman selama menempuh pendidikan sebagai seorang mahasiswa Kristen. Ia mengaku sangat senang dapat kuliah di UMSU ini.

“Saya seorang Kristiani di kampus yang penuh dengan keislaman, dengan ciri khas kemuhammadiyahannya. Tapi itu lah Muhammadiyah san UMSU, yang sangat toleransi dan menghargai perbedaan,” ucap Gabriel dihadapan ratusan peserta wisuda. 

img_title Sukseskan Garuda Spark, UMSU dan Komdigi Perkuat Sinergi Cetak Talenta Digital Unggul

Dia engaku sempat diliputi keraguan sebelum memutuskan kuliah di UMSU. Kekhawatiran itu, muncul karena persepsi orang-orang di sekitarnya mengenai lingkungan kampus berbasis Islam.

“Saya pernah ragu ketika masuk UMSU, apakah saya akan dibedakan. Karena sebelumnya saya seorang guru minggu, atau dalam Islam seperti guru ngaji. Saya bertanya-tanya, apakah keimanan saya akan hilang di lingkungan yang sangat Islami?” tuturnya.

Keraguan tersebut sirna ketika Gabriel merasakan langsung suasana kampus yang inklusif dan penuh penerimaan, “Tapi saya disambut hangat dan tidak dibedakan. Terbukti orang tua saya mempercayakan dua anaknya kuliah di sini,” lanjutnya.

Menurutnya, nilai toleransi yang dia rasakan di UMSU menjadi bukti nyata implementasi Islam yang rahmatan lil alamin.“Di saat yang lain memilih perdebatan tentang kebenaran agama masing-masing, Muhammadiyah justru menjadikan perbedaan sebagai ruang diskusi dan memperkaya pengetahuan,” ujarnya.

Dia menutup pesannya dengan ungkapan syukur dan harapan untuk masa depan. “Rahmatan lil alamin betul-betul saya rasakan di UMSU. Terima kasih UMSU telah menerima saya dengan hangat. Semoga langkah kita dipenuhi kesuksesan dan keberkahan. Pendidikan yang sesungguhnya selalu punya ruang bagi semua manusia,” katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title