Lebih dari Kopi, Begini Cara Sekata Kopi Menjadi Ruang Komunitas di Kota Medan
- Ist/VIVA Medan
Medan,VIVA Medan–Hantaman pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu sempat melumpuhkan berbagai sektor usaha, termasuk industri kreatif yang digeluti Muhammad David. Pria asal Medan ini, yang semula menggantungkan roda bisnisnya pada sektor event organizer (EO), justru berhasil menemukan peluang baru di industri food and beverages (F&B).
Meski demikian, situasi sulit itu justru memantik naluri kewirausahaan David untuk bergerak lebih lincah. Lewat riset pasar yang mendalam, ia sukses beralih haluan dengan mendirikan Sekata Kopi. David selaku Owner Sekata Kopi, terus mengembangkan bisnisnya di Kota Medan.
Mengusung konsep kehangatan layaknya 'Rumah Kedua', coffee shop ini kini berkembang pesat menjadi salah satu ruang komunitas bagi para pencinta kopi di Kota Medan, Sumatera Utara.
Keputusan David melompat ke industri F&B bukan tanpa perhitungan. Sebelum pandemi, ia sempat mengelola bisnis F&B dengan modal yang menyentuh angka miliaran rupiah. Namun, sebuah momen di warung seafood pinggir jalan mengubah cara pandangnya tentang modal dan efisiensi bisnis.
"Saya duduk di seafood pinggir jalan melihat karyawannya 6 orang. Tapi omzetnya sama dengan kita yang modalnya miliaran rupiah ini. Dari situ saya melihat, membangun bisnis F&B itu tidak perlu uang yang gede-gede, sih. Tapi yang paling penting adalah riset dan konsep yang pas," ucap David, Jumat 19 Juni 2026.
Mengenang awal mula ketertarikannya pada konsep bisnis yang efisien. David mengatakan ketika pandemi melanda, memantapkan niat untuk membuka coffee shop. Tidak tanggung-tanggung, ia melakukan riset ke 15 coffee shop di Jakarta dan 5 coffee shop di Medan.
"Targetnya saat itu sangat spesifik, membangun bisnis coffee shop yang matang dengan modal di bawah Rp150 juta. Pilihan jatuh pada kopi karena David melihat komoditas ini telah bergeser dari sekadar tren menjadi sebuah kebutuhan mendasar masyarakat Indonesia," jelas David.
Pemilik Sekata Kopi, Muhammad David.
- Ist/VIVA Medan
Coffee shop sendiri sudah menjamur di Kota Medan. Bahkan, David berseloroh hampir setiap jarak 5 meter terdapat coffee shop. Di tengah ketatnya persaingan usaha, Sekata Kopi mampu bertahan karena fokus pada kenyamanan emosional konsumen lewat konsep suasana toko yang sangat homey.