Bayi Meninggal Dituding karena Tak Profesional, Ini Jawaban RSU Vina Estetica

Direktur RSU Vina Estetica, dr Jhon Lihar Purba, M.Kes
Sumber :
  • Istimewa/VIVA Medan

Medan, VIVA Medan - Seluruh pasien yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Vina Estetica dipastikan mendapatkan pelayanan medis yang berjalan dengan profesional dan sesuai prosedur dengan mengedepankan profesionalisme dan rasa kemanusiaan yang tinggi.

img_title Bantu Persalinan dan Buang Jasad Bayi, Oknum Bidan ASN Bersama Anak Kandungnya Ditangkap Polisi

Hal ini ditegaskan Direktur RSU Vina Estetica, dr Jhon Lihar Purba, M.Kes dalam pernyataan resminya menjawab munculnya video yang menuding tenaga medis mereka tidak melakukan tindakan medis terhadap seorang bayi yang baru lahir yang berujung meninggalnya sang bayi tersebut.

Dalam keterangan resminya, dr Jhon Lihar Purba mengawali dengan menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya bayi dari ibu Ewira Debby Pardosi. “Kami memahami ini merupakan kehilangan yang sangat berat bagi keluarga. Kami turut berduka atas hal tersebut,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 17 Juni 2026.

img_title Wujudkan Generasi Sehat Sejak Dini, RS Siloam Dhirga Surya Gelar Healthy Generation Fest 2026 di Medan

Selanjutnya, dr Jhon Lihar menjelaskan kronologis masuknya pasien berinisial  EDP dalam kondisi hamil 34 minggu namun telah menunjukkan tanda persalinan dengan pembukaan empat pada Sabtu, 13 Juni 2026. Pasien tersebut ternyata memiliki riwayat penyakit asma.

“Dengan pertimbangan medis berdasarkan hasil pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter spesialis Obgyn, diputuskan untuk dilakukan tindakan operasi caesar. Bayi tersebut lahir pukul 19.25 WIB dengan nilai Apgar menit pertama 5 dan menit kelima 7, serta kondisi berat badan lahir rendah yaitu 1,7 kg prematur dalam keadaan sesak,” ujar dr Jhon Lihar.

img_title Tinjau RSUD Pirngadi Bersama Wamenkes, Wali Kota Medan Siapkan Rencana Pengembangan Rumah Sakit

Dengan kondisi tersebut, pihak medis rumah sakit terus melakukan penanganan dan pemantauan medis secara intensif. Bayi tersebut mendapatkan penanganan khusus di ruang perawatan bayi dengan pemberian CPap. Setelah pemberian ini kondisi bayi stabil.

Namun pada hari Senin, 15 Juni 2026 pagi, kondisi kesehatan bayi kembali mengalami penurunan. Tim medis kemudian melakukan konsultasi lanjutan dengan dokter spesialis anak dan memberikan tindakan medis tambahan secara intensif sesuai kebutuhan klinis pasien. Upaya penanganan ini dilakukan oleh tim dokter termasuk dokter spesialis anak, dokter anestesi serta tenaga kesehatan RSU Vina Estetica dan disaksikan oleh keluarga.

“Namun demikian, meski pun upaya medis telah dilakukan, bayi tersebut akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Dan tentu ini merupakan kondisi yang tidak kita inginkan bersama, kami juga sangat berduka,” ungkapnya.

Halaman Selanjutnya
img_title