Sayembara Arsitek Regional 'Sutura Utara', Kontribusi IAI Sumut dalam Merajut Nadi Ruang Wisata Kota Medan
- Ist/VIVA Medan
Medan ,VIVA Medan –Mendukung pariwisata di Kota Medan, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Sumatera Utara sebagai asosiasi profesi arsitek, berkomitmen tinggi dalam mendukung perancangan lingkungan binaan, yang berkualitas serta menjadi mitra strategis pembangunan daerah.
Sebagai bagian dari rangkaian perhelatan akbar Arsitek Jumpa Tengah (AJT) tahun 2026, IAI SUMUT melalui Badan Pengembangan, menggandeng Dinas Pariwisata Kota Medan meluncurkan sayembara arsitektur regional.
Langkah kolaboratif ini, juga merupakan wujud kontribusi nyata profesi arsitek dalam mengoptimalisasi nilai kota dan menyuplai gagasan fisik untuk program akselerasi Pemerintah Kota Medan di wilayah KSP 1 - Kuliner Petisah sebagai pusat wisata gastronomi unggulan Sumatera Utara.
Mengangkat tajuk filosofis 'SUTURA UTARA: Merajut Nadi Ruang Wisata Kota'. Sayembara ini merupakan sebuah intervensi arsitektural berupa akupunktur urban yang digagas untuk menjahit kembali fragmentasi spasial pada koridor pariwisata gastronomi KSP 1 Petisah Medan.
Sejalan dengan tema besar AJT 2026 yaitu 'Nadi Ruang', Sayembara SUTURA UTARA yang bermaksud mentransformasikan infrastruktur kawasan kuliner, menjadi urat nadi kehidupan masyarakat yang menghidupkan ruang urban dan memberikan pengalaman autentik bagi wisatawan.
Ketua IAI Sumatera Utara, Ar. Achmad Aryanto, IAI, AA, menegaskan bahwa melalui sayembara ini, IAI Sumut ingin menguji sensitivitas para perancang melalui metode Urban Acupuncture (Akupunktur Urban).
“Jika kuliner adalah jantung yang menghidupkan rasa di Kota Medan, maka infrastruktur kawasan adalah nadi kehidupan masyarakat yang harus dijalin dengan untaian pengalaman (experientialtourism) yang berkesan bagi wisatawan,” kata Achmad Aryanto, dalam keterangan persnya, Senin 15 Juni 2026.
Guna melahirkan tolok ukur desain yang aplikatif, kompetisi ini melibatkan panel dewan juri lintas sektor yang kompeten, antara lain Ketua IAI Sumut sendiri, pakar pariwisata berkelanjutan Prof. Ir. Nurlisa Ginting, M.Sc, PhD, IPM, praktisi arsitektur senior Ar. Ramadhoni Dwi Payana, IAI, serta kepala kebijakan dari Dinas Pariwisata Kota Medan dan praktisi perjalanan industri H. Solahuddin Nasution, SE, MSP.
“Bersamaan dengan itu, Lomba Fotografi Urban juga dibuka untuk menangkap perspektif visual publik dalam memenuhi kepuasan kehidupan, estetika, dan interaksi sosial yang menghidupkan ruang-ruang Kota Medan baik pada ruang luar maupun ruang dalam bangunan,” kata Achmad Aryanto.