Demo Indonesia Menuju Bangkrut, Aktivis 98 Sebut Murni Gerakan Moral Mahasiswa

Ketua Perhimpunan Pergerakan 98, Sahat Simatupang.
Sumber :
  • Ist/VIVA Medan

Medan,VIVA MedanAksi unjuk rasa mahasiswa dan massa bertajuk "Menuju Indonesia Bangkrut" yang dipelopori elemen mahasiswa berlangsung pada Jumat, 12 Juni 2026 dan 13 Juni 2026 di Jakarta, Solo dan Yogyakarta di ikuti ribuan mahasiswa mendapat dukungan aktivis 98 Sahat Simatupang.

img_title Dari Plang Ecobrick hingga Peringatan Maulid Nabi, Ini Ragam Aksi Inspiratif Mahasiswa KKN UINSU di Simalungun

Sahat mengatakan, apa yang disuarakan aliansi mahasiswa dari berbagai kampus, seperti Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia, BEM Keluarga Mahasiswa IPB University, BEM Politeknik Negeri Jakarta, BEM Universitas Pancasila, Aliansi BEM Gunadarma, Front Mahasiswa Nasional (FMN) Pusat, FMN UI hingga Serikat Mahasiswa Progresif UI (Semar UI) dan mahasiswa UGM serta mahasiswa di Solo sebagai gerakan moral.

"Kalau hati dan fikiran jernih membaca tuntutan mahasiwa, itu adalah gerakan moral mengingatkan Prabowo agar tidak semena - mena menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN. Mahasiswa meminta agar pemerintah menyetop pemborosan APBN," kata Sahat Simatupang dalam keterangan pers, Minggu 14 Juni 2026.

img_title STOK Bina Guna Wisuda 280 Mahasiswa, Liliana Tegaskan Komitmen Sinergi dengan Program Pemerintah

Tuntutan berikutnya yang dinilai Sahat adalah gerakan moral mahasiswa yakni meminta pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) dan desakan penghentian program makan bergizi gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih yang menghabiskan biaya ratusan triliun dan tak membawa manfaat apapun.

" Klaim Badan Gizi Nasional BGN yang mengelola MBG mencatat adanya penguatan kehadiran siswa dan konsentrasi di sekolah akibat pemenuhan gizi yang lebih konsisten dan menaikkan gizi anak Indonesia seolah - olah hanya dari makan MBG yang sekali sehari itu. Tidak ada tranparansi dan ukuran keberhasilan MBG padahal menghabiskan uang ratusan triliun yang dari pajak rakyat. Itu bukan makanan gratis, itu dibayar dari pajak yang dibayar rakyat sehingga wajar mahasiswa meminta penghentian MBG. Itu adalah seruan moral. 

img_title Aktivis 98 Sebut Pernyataan Ketum Projo Kemungkinan Pemilu 2029 Lebih Cepat, Tak Perlu Dibawa ke Jalur Hukum

Sahat menambahkan, aksi unjuk rasa mahasiswa murni gerakan moral termasuk tuntutan terhadap militerisme di ranah sipil dan meminta agar Presiden Prabowo Subianto berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah.

"Yang disampaikan mahasiswa adalah aspirasi rakyat yang sudah bosan dan muak dengan retorika Presiden Prabowo dengan para pembantunya yakni 108 menteri terdiri atas 7 menteri koordinator, 41 menteri, 55 wakil menteri, dan 5 pejabat setingkat menteri dan pejabat lainnya. Ini luar biasa membebani APBN. Wajar mahasiswa cemas Indonesia menuju kebangkrutan," ujar Sahat Simatupang.

Halaman Selanjutnya
img_title