Dorong Pemanfaatan Aset dengan Baik, Rico Waas: Jangan Beli barang Baru Harus Saving Cost
- dok Pemko Medan
Medan,VIVA Medan – Pemerintah Kota (Pemko) Medan berkomitmen untuk membenahi pengelolaanasetmilik pemerintahdaerah. Hal itu, disampaikan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dalam Rapat Lanjutan Penertiban Aset Daerah bersama Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Medan.
Rico Waas juga mengingatkan jajaran Pemko Medan, agar seluruh aset daerah dimaksimalkan fungsinya dan tidak ada lagi yang dibiarkan terbengkalai.
"Saya minta seluruh aset, yang kita punya ini harus bisa berfungsi dengan baik, jangan sampai menjadi aset terbengkalai. Tahun ini, harus dikejar semuanya," sebut Rico Waas di Balai Kota, Senin 8 Juni 2026.
Dihadapan Ketua Pansus Penertiban Aset DPRD Kota Medan, Robi Barus beserta para anggota dewan yang hadir, Rico Waas menggarisbawahi pentingnya efisiensi anggaran di tengah pembangunan kota yang masif. Salah satu poin yang ia soroti adalah kebiasaan menyewa gedung atau fasilitas oleh pemerintah.
Menurut Rico Waas, jika Pemko Medan memiliki aset yang menganggur dan bisa dimanfaatkan, maka aset tersebut wajib menjadi prioritas utama. Langkah ini diukur secara ampuh untuk memangkas pengeluaran rutin daerah.
"Jangan membeli barang baru jika masih ada aset yang bisa digunakan, itu pemborosan namanya. Kita harus menghemat biaya," kata Rico Waas.
Sebaliknya, untuk aset-aset yang memang sudah berumur dan tidak lagi produktif seperti kendaraan dinas yang terbengkalai, orang nomor satu di Pemko Medan itu menyarankan untuk segera dilelang secara transparan dan sesuai prosedur aturan yang berlaku.
“Barang-barang yang tidak terpakai, itu bisa kita lelang secepatnya, sesuai dengan aturan,” tutur Rico Waas.
Di akhir arahannya, Rico Waas menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada rekan-rekan legislatif di DPRD Medan, khususnya Pansus Aset, yang telah memberikan atensi secara mendetail. Ia pun mempersilakan poin-poin efisiensi tersebut dimasukkan ke dalam rekomendasi resmi Pansus agar segera ditindaklanjuti secara prosedural.
"Komunikasi dua arah ini kita bangun agar aset kita bisa diberdayakan secara efektif. Seluruh aspirasi maupun saran dari rekan-rekan dewan pasti menjadi atensi penuh bagi kami," pungkas Rico Waas.