Warga Soroti Kepemimpinan Yayasan, LLDIKTI Didesak Percepat Penyelesaian Wisuda 830 Mahasiswa UDA

Kampus Universitas Darma Agung.
Sumber :
  • Instagram

Pernyataan internal bahkan mengindikasikan kemungkinan wisuda baru dilakukan pada tahap berikutnya, sekitar akhir Mei atau awal Juni. Artinya, janji percepatan wisuda yang digaungkan dalam rekonsiliasi praktis tak lebih dari formalitas. Di titik ini, yang dipertaruhkan bukan sekadar jadwal wisuda, melainkan kredibilitas institusi. Ketika keputusan resmi tidak dijalankan, dan pengawasan terkesan lemah, mahasiswa menjadi pihak yang paling dirugikan.

img_title Sopir Diduga Mengantuk, Truk Tangki Hantam Rumah Warga di Kabupaten Sergai hingga Rusak Parah

Mahasiswa kini mendesak LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara untuk tidak sekedar menjadi fasilitator, tetapi juga penegak komitmen. Tanpa langkah konkret, publik berpotensi menilai konflik internal ini bukan lagi sekadar persoalan administrasi, melainkan cerminan buruk tata kelola pendidikan tinggi. Karena itu, mahasiswa kini tidak hanya menuntut kejelasan, tetapi juga pertanggungjawaban. Saiful Anwar Matondang sebagai pimpinan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara didesak turun tangan secara konkret: memastikan kesepakatan rekonsiliasi dijalankan, menindak tegas pihak-pihak yang terbukti menghambat proses wisuda, serta membuka transparansi terhadap proses verifikasi data.

Tanpa langkah tegas, publik berpotensi menilai bahwa otoritas pengawas justru gagal menjalankan fungsinya. Lebih jauh lagi, pembiaran terhadap dugaan pelanggaran ini dapat mencederai kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pendidikan tinggi.Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka rekonsiliasi hanya akan menjadi dokumen tanpa makna sementara 830 mahasiswa tetap menunggu kepastian yang tak kunjung datang.

img_title Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bagi Warga Terdampak Erupsi Gunung Sinabung

Mahasiswa juga mengingatkan agar polemik ini tidak terus berubah menjadi “drama” berkepanjangan yang justru membebani mereka. Persoalan wisuda bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menyangkut masa depan, akses kerja, kelanjutan studi, hingga kepastian status akademik. Mereka berharap tidak ada lagi alasan yang berulang-ulang tanpa solusi nyata.Kesabaran mahasiswa, yang selama ini masih terjaga, bukan tanpa batas. Jika situasi ini terus berlarut tanpa kepastian, bukan tidak mungkin gelombang protes yang lebih besar akan muncul ke permukaan.

Sejumlah mahasiswa menjelaskan kronologis singkat konflik UDA dalam kekisruhan Darma Agung sejak Februari 2025 sampai saat ini 20 April 2026 sudah banyak hal terjadi di kampus Darma Agung dimana melibatkan ahli waris TD. Pardede AHU 2022 dan AHU 2025. Pada saat itulah dimulai kekisruhan di Darma Agung.Konflik internal yayasan ini sangat merugikan seluruh mahasiswa dimulai stambuk 21, 22, 23, 24 di seluruh fakultas yang ada di Darma Agung.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Akses Jalan Terbuka, Bobby Nasution Janjikan Modal Usaha Bagi Warga Tapteng yang Terdampak Bencana