Diperkirakan 1,3 Juta Pemudik akan Keluar dan Masuk ke Medan, Rico Waas: Jadikan Kelurahan Sebagai Pusat Pengaduan
- dok Pemko Medan
Medan, VIVA Medan–Pemerintah Kota (Pemko) Medan berdasarkan laporan Dinas Perhubungan, diperkirakan sekitar 1,3 juta orang akan melakukan mobilitas keluar dan masuk Kota Medan selama periode mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Hal itu, diungkapkan oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memimpin rapat koordinasi penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum (Trantibum) guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat di Kota Medan.
"Kondisi ini, dinilai berpotensi memicu berbagai persoalan yang perlu diantisipasi sejak dini," ucap Rico Waas saat memimpin Rapat Koordinasi tersebut, di Kantor Wali Kota Medan, Selasa 10 Maret 2026.
Rico Waas mengungkapkan jelang Lebaran 2026, pihak perlu melakukan pemetaan dalam menciptakan Trantibum bagi seluruh masyarakat Kota Medan ini. Apa lagi, ia menegaskan Idul Fitri merupakan hari besar umat Muslim yang tinggal sekitar 10 hari lagi.
Atas hal itu, Wali Kota Medan menginstruksikan seluruh perangkat daerah dan kewilayahan diminta menyamakan frekuensi serta meningkatkan kewaspadaan dalam menyambut momentum tersebut.
“Ini bukan sekadar rutinitas. Ada hal-hal yang sifatnya mendesak dan spesifik yang harus diperhatikan bersama menjelang hari besar ini,” tutur Rico Waas.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah rumah-rumah warga yang ditinggalkan saat mudik. Ia meminta jajaran kewilayahan mendata rumah kosong karena rawan terjadi pencurian maupun pembobolan. Selain itu, risiko kebakaran juga harus diwaspadai karena rumah yang ditinggalkan seringkali tidak terpantau.
“Kewilayahan harus responsif. Data rumah yang ditinggalkan mudik dan jadikan kelurahan sebagai pusat pengaduan masyarakat,” ucap Rico Waas.
Selain itu, potensi keramaian masyarakat juga diminta untuk dipantau, terutama menjelang malam takbiran dan pelaksanaan Salat Idul Fitri di masjid maupun lapangan terbuka. Seluruh masjid diminta melaporkan kegiatan yang akan dilaksanakan agar dapat diantisipasi dari sisi keamanan dan pengaturan lalu lintas.
“Jika ada salat Idul Fitri, yang dilaksanakan di lapangan, siapkan juga area parkir dan pengaturan lalu lintasnya. Pemerintah harus hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Rico Waas.
Rico Waas juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan kota selama periode Lebaran. Ia meminta jajaran kecamatan dan kelurahan mengajak masyarakat membersihkan lingkungan hingga ke gang-gang serta memotong rumput yang sudah tinggi agar wajah Kota Medan terlihat rapi dan indah saat Lebaran.