Langkah Strategis Pemko Medan dalam Menghadapi Bencana Banjir
- dok Pemko Medan
Medan, VIVA Medan–Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus melakukan pembenahan persoalan banjir dan infrastruktur. Hal ini, tidak lepas menjadi tantangan besar untuk mengantisipasi dan menangani cepat setiap terjadi bencana alam di Kota Medan ini.
Hal itu, diungkapkan oleh Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Ia mengatakan semua itu, dibutuhkan langkah-langkah strategis dan evaluasi secara mendalam guna mengatasi setiap terjadi bencana.
Rico Waas mengungkapkan saat terjadinya cuaca ekstrem yang melanda seperti hujan, dirinya akan langsung melakukan koordinasi cepat dengan Perangkat Daerah terkait, terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan pemantauan secara spesifik.
Salah satu langkah yang dilakukan yaitu dengan memastikan kondisi cuaca di area pegunungan untuk memprediksi debit air yang akan turun ke kota. Lalu melihat perubahan warna air sungai menjadi alarm awal untuk mendeteksi potensi banjir kiriman, serta laporan real-time dari setiap kecamatan dikumpulkan untuk memastikan titik kenaikan air dan keamanan proses evakuasi warga.
"Kami wajib menyiapkan sistemnya, kita memantau kondisi cuaca yang terjadi, lalu bagaimana evakuasi yang perlu dilakukan bila terjadi banjir dan kemana warga harus dievakuasi, itu semua sudah ada sistemnya," ucap Rico Waas, dalam keterangan persnya, Jumat 20 Februari 2026.
Rico Waas juga mengingat pentingnya penajaman sistem berdasarkan pengalaman lapangan yang terjadi beberapa waktu lalu. Walikota Medan itu, juga mengungkapkan penanganan masalah banjir ini sudah masuk dalam perencanaan Musrenbang dan program di Dinas SDABMBK, namun pengerjaannya dilakukan secara bertahap.
Selain itu, orang nomor satu di Pemko Medan itu juga menyoroti beberapa wilayah yang menjadi fokus perbaikan meliputi Medan bagian Utara seperti Kecamatan Medan Belawan, Kecamatan Medan Labuhan, Kecamatan Medan Marelan dan Kecamatan Medan Deli.
"Tentunya pengerjaan dilakukan secara bertahap merujuk pada integrasi penanganan perbaikan parit tersumbat yang sering menjadi pemicu terjadinya banjir lokal," ucap Rico Waas.
Saat di singgung mengenai penyebab dominan terjadinya banjir, Rico Waas menjawab bahwa ini adalah akumulasi dari berbagai faktor yang saling berkaitan seperti pendangkalan sungai yang membutuhkan normalisasi, persoalan tumpukan sampah yang menghambat aliran air serta dibutuhkan pelebaran kapasitas sungai sehingga mampu menampung debit air yang terus meningkat.