Sampah Pra dan Pascabencana, Tanggung Jawab Siapa?
- Ist/VIVA Medan
Medan, VIVA Medan – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) wilayah Sumatera Utara (Sumut) dan Forum Insinyur Muda Persatuan Insinyur Indonesia (FIM PII) wilayah Sumut menggelar webinar diskusi akademik bertajuk 'Sampah Pra dan Pascabencana, Tanggung Jawab Siapa?'.
Kegiatan ini, dilaksanakan secara hybrid ini menghadirkan akademisi, praktisi, tenaga kesehatan, hingga perwakilan pemerintah daerah untuk membahas persoalan kompleks pengelolaan sampah sebelum dan setelah bencana, khususnya banjir.
Webinar yang dilaksanakan melalui Zoom ini dimoderatori oleh Amar Azhari Batubara, S.T., Insinyur Muda PII Sumatera Utara, yang memandu diskusi secara sistematis dan interaktif, mulai dari pemaparan materi hingga sesi tanya jawab bersama peserta.
Kegiatan diawali dengan welcoming speech oleh Ir. Muhammad Rizki Fadillah, S.T., Formateur Ketua Forum Insinyur Muda PII Wilayah Sumatera Utara. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa persoalan persampahan pra dan pascabencana merupakan isu nyata dan mendesak yang dihadapi masyarakat Sumut.
Ia mengatakan webinar ini tidak hanya menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga diharapkan mampu melahirkan solusi konkret sebagai bentuk tanggung jawab kolektif dalam menangani persoalan sampah, khususnya pascabanjir.
“Peran insinyur, terutama insinyur muda, sangat penting untuk membuktikan bahwa generasi muda tidak apatis terhadap persoalan lingkungan dan kebencanaan,” ucapnya, dalam keterangan persnya, Selasa 20 Januari 2026.
Selanjutnya, opening speech disampaikan oleh Dr. Ir. Ahmad Perwira Mulia Tarigan, M.Sc., IPU., Ketua PII Wilayah Sumatera Utara. Ia menekankan bahwa pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa PII tidak berhenti pada tataran diskusi, tetapi juga berupaya meninggalkan legacy nyata, salah satunya melalui rencana peluncuran buku yang memuat gagasan dan solusi praktis untuk menjawab persoalan kehidupan, termasuk isu lingkungan dan infrastruktur di Sumut.
"Bahwa PII telah melakukan berbagai aksi nyata dalam penanganan bencana, seperti pembangunan sumur bor di Aceh Tamiang dengan kualitas air terbaik berdasarkan testimoni warga, serta kegiatan pembersihan sedimen pascabanjir," jelasnya.