Pentingnya Pemahaman Tanggap Bencana Sejak Usia Dini, Ijeck: Dapat Menekan Angka Korban Jiwa Ketika Bencana Alam

Anggota DPR RI, Musa Rajekshah.
Sumber :
  • Ist/VIVA Medan

Medan, VIVA Medan  –  Pentingnya edukasi pemahaman bencana sejak usia dini dilakukan secara berjenjang melalui sekolah-sekolah. Hal ini disampaikan olehAnggota DPR RIFraksi Partai Golkar,Musa Rajekshahdalam kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi yang diselenggarakan di Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I, di Jalan Ngumban Surbakti, Kota Medan, Jumat 21 November 2025.

img_title Permintaan Ayam di Sumut Meningkat Gara-Gara MBG, KPPU Ingatkan Petingnya Keseimbangan Pasokan

Menurut pria yang akrab disapa dengan Ijeck itu, hal ini dianggap dapat memberi pemahaman kepada masyarakat, khususnya murid-murid di sekolah, untuk tidak terjadi bencana panik ketiga.

Kepanikan yang berlebihan dapat menimbulkan hal yang tidak diinginkan ketika bencana alam , seperti gempa bumi terjadi. "Saya selalu sampaikan saat RDP di DPR RI, tanggap bencana sejak usia dini sangat penting untuk diterapkan, karena dapat menekan angka korban jiwa ketika bencana alam terjadi," sebut Ijeck.

img_title Tercatat 47 Kali Karhutla di Sumut, dengan Area Terbakar Capai 273,87 Hektar

Dalam acara ini, Ijeck juga menyampaikan, pemahaman tentang tanggal bencana dapat disosialisasikan kepada murid melalui kurikulum.

Melalui kurikulum tanggap bencana, kata Ijeck murid-murid dapat mengingatkan sampai usia dewasa, bagaimana melakukan mengeluarkan suara ketika terjadinya gempa bumi.

img_title Pasca Pemulihan Bencana di Tapteng, Wapres Gibran: Anak-anak Kembali Belajar dengan Aman dan Nyaman

“Kita di Komisi V merencanakan bagaimana kurikulum mengenai tanggap bencana ini dapat dijadikan pelajaran nasional. Kalau sudah kita edukasi sejak usia dini, pasti akan melekat diingatkannya kalah terjadi bencana,” jelas dia.

Apalagi di Pulau Sumatera yang masuk ke dalam zona Megathrust, di mana terdapat pergerakan lempengan bumi yang suatu saat bisa terjadi.

“Kita harus mengedukasi masyarakat bagaimana bisa siaga dan tanggap bencana, kita di Pulau Sumatera adalah daerah Megatrust ada lempangan yang bergerak dan bisa terjadi gempa,” ungkapnya. 

Berkaca pada kejadian gempa di Aceh dan Nias, Ijeck berharap peristiwa ini tidak terulang lagi, apalagi sampai menimbulkan korban jiwa. Untuk itu, dirinya menekankan perlunya edukasi secara cepat kepada masyarakat mengenai hal ini.

“Tapi kita tidak berharap ada gempa besar seperti waktu lalu di Aceh dan Nias. Kalau sudah gempa besar korban pastikan,” jelasnya.

Ditambah lagi, kata Ijeck saat ini banyak bangunan rumah yang tidak memperhitungkan ketahanan terhadap gempa bumi, terutama di daerah yang rawan terjadi bencana.

Halaman Selanjutnya
img_title