Ini Langkah Strategis Polda Sumut Sukseskan Program MBG dan Cegah Keracunan Makanan
- Ist/VIVA Medan
Medan, VIVA Medan – Guna meminimalisir keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG), Biddokkes Polda Sumut menyiapkan program penggawasan terpadu. Program pengawasan terpadu itu disampaikan oleh Kabiddokkes Polda Sumut, Kombes Pol dr. Mardi Sudarman.
"Polda Sumut tengah menyiapkan sistem pengawasan terpadu yang melibatkan Polda, Dinas Kesehatan Provinsi, dan Badan Gizi Nasional (BGN)," ucap Kabbiddokkes Polda Sumut kepada wartawan, Senin 17 November 2025.
Kolaborasi tiga lembaga ini, menurutnya, akan diintegrasikan ke dalam satu sistem sehingga mampu memitigasi kasus-kasus keracunan dalam program MBG.
"Nanti akan kita pusatkan di Command Centre Polda. Mulai dari bahan baku masuk, proses penyimpanan, pengolahan di SPPG, hingga distribusinya, semuanya akan masuk dalam satu sistem pengawasan terpadu," jelas Kombes Mardi Sudarman.
Lebih lanjut dijelaskannya, langkah tersebut mestinya bisa meminimalisir kasus keracunan dalam program MBG."Dengan pelibatan tiga stakeholder secara bersamaan, mestinya kita bisa meminimalkan, bahkan memitigasi sepenuhnya, potensi keracunan," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa koordinasi awal dengan pemangku kepentingan terkait sudah dilakukan."Saya sudah langsung berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Korwil BGN Sumut. Kami sudah duduk bersama, membahas bagaimana sistem ini akan dibangun dan poin-poin penting apa yang harus dituangkan," tegasnya.
Dalam aplikasi yang tengah disiapkan, ungkapnya, seluruh saran dari ketiga instansi telah diakomodasi."Harapannya, sistem ini benar-benar efektif untuk memitigasi segala potensi risiko," ungkapnya.
Mardi menambahkan, sistem pengawasan terpadu ini menjadi kunci agar program makan bergizi gratis yang diinisiasi Presiden dapat berjalan baik."Kita berharap tidak ada lagi kasus keracunan. Anak-anak Indonesia bisa mengonsumsi makanan bergizi dengan aman, menuju Indonesia unggul," tambahnya.
Dokkes Polri mengambil peran penting dalam pengawasan program MBG, mencakup seluruh tahapan mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, penyajian, distribusi, hingga observasi dan penanganan dampak.
Tujuannya memastikan keamanan pangan serta menjaga kesehatan dan ketertiban masyarakat."Namun, sejumlah kendala masih mengemuka di lapangan. Standar dapur MBG belum seragam sehingga rawan kontaminasi. Pengawasan distribusi pun masih lemah, terutama terkait suhu makanan, kebersihan wadah, dan ketepatan waktu pengiriman," kata Kombes Mardi Sudarman.