Festival Kreatifitas, Walikota Medan: Pemuda Harus Tunjukkan Kontribusinya untuk Pembangunan Kota

Walikota Medan, Rico Waas.
Sumber :
  • dok Pemko Medan

Medan, VIVA Medan – Dalam rangka memeriahkan Hari Sumpah Pemuda Ke- 97 tahun 2025, Pemko Medan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan menggelar Festival Kreatifitas Pemuda dan UMKM di lapangan Barasokai, depan Kantor Camat Medan Area, Kota Medan, Jumat 31 Oktober 2025.

img_title Misi Bobby Nasution Lewat Porprovsu 2026, Matangkan Atlet Sumut Menuju PON NTB-NTT

Kemeriahan Festival ini semakin bertambah dengan hadirnya Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas sekaligus membuka perhelatan yang berlangsung selama dua hari dari tanggal 31 Oktober sampai tanggal 1 November 2025. 

Kegiatan ini, menampilkan berbagai lomba seperti stand up comedy, cosplay, free dance, tari komando, kreasi komedi, dan band performance, serta pameran UMKM dan layanan perizinan gratis bagi pelaku usaha muda.

img_title Medan Siap Jadi Tuan Rumah Silaturahmi Anak Bangsa 2026, Rico Waas: Kita Kota Multikultural

Festival Kreatifitas Pemuda dan UMKM ini diawali dengan penampilan tarian multietnis dan musik perkusi dari Komunal Primitif Percussion. Penampilan para peserta ini membuat masyarakat yang hadir terpukau termasuk Wali Kota Medan Rico Waas.

Usai penampilan, ketika memberikan sambutan Wali Kota Medan Rico Tri mengapresiasi dan memuji kreativitas para pemuda yang menampilkan tari kreasi dan musik perkusi dengan sentuhan budaya lokal.

img_title Lewat Turnamen Padel, Rico Waas Ajak Warga Jadikan Olahraga Energi Baru Bangun Medan

“Saya sempat terkesima melihat tari kreasi tadi. Di balik gaya modernnya, mereka tetap menyelipkan unsur budaya kita sendiri. Ini keren sekali,” kata Rico Waas.

Rico Waas pun memanggil perwakilan dari grup tari dan pemain perkusi ke atas panggung. Selain menanyakan awal menyukai seni tari dan seni musik, Rico Waas juga memberi pertanyaan kepada mereka dan memberikan hadiah bagi yang menjawab dengan benar. 

Kemudian Rico Waas mengatakan dimasa sebelum kemerdekaan para pemuda penuh kontribusinya yang dimulai dari gerakan sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928. Semangat sumpah pemuda ini terus berlanjut hingga kemerdekaan Indonesia di tahun 1945.

"Di masa saat ini kami mengajak seluruh pemuda untuk ikut turut serta dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa didalam berbagai aspek, baik aspek kepemudaan, aspek ekonomi, aspek bisnis, olahraga dan UMKM. Kita harus memberikan ruang kepada pemuda untuk mendengar apa inovasi dan ide serta gagasan yang mereka miliki," jelas Rico Waas.

Halaman Selanjutnya
img_title