Permasalahan Banjir di Mabar Hilir, Rico Waas: Jadi Perhatian Khusus Pemko Medan

Walikota Medan, Rico Waas mendengar keluhan warga Medan Deli.
Sumber :
  • dok Pemko Medan

VIVA Medan – Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung menyapa dan mendengarkan keluhan masyarakat di Kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli, Kota Medan. Sejumlah warga, menyampaikan keluhan soal banjir, drainase dan jalan rusak yang terjadi di wilayahnya.

img_title Makin Diminati, KAI Bandara Angkut 2,5 Juta Penumpang di Sumut Selama Januari–Juli 2026

Semua keluhan dan permasalahan tersebut disampaikan masyarakat melalui program Sapa Warga yang digelar di halaman kantor Lurah Mabar Hilir, Jalan Suasa Raya, Kota Medan, Sabtu 4 Oktober 2025. 

Merespon keluhan tersebut, Rico mengatakan permasalahan ini harus menjadi perhatian khusus Pemko Medan bagaimana penanganan yang akan dilakukan untuk mengatasinya.

img_title Pemprov Sumut Dorong Penguatan Kolaborasi Antarprovinsi se-Sumatera untuk Percepat Pertumbuhan Kawasan

"Memang sudah ada progres bagaimana masalah banjir ini ditanggulangi oleh Pemko Medan. Salah satunya bekerjasama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan juga ada pembebasan lahan. Proses ini memerlukan sedikit waktu dan koordinasi dengan berbagai pihak," kata Rico Waas.

Orang nomor satu di Kota Medan ini berharap rencana ini dapat disegerakan, karena jika tidak segera dilaksanakan maka permasalahan banjir di tingkat lingkungan yang terjadi di Kelurahan Mabar Hilir ini tidak akan dapat terselesaikan.

img_title Banjir Besar di Sumut November 2025, Prof Jatna : Dipicu Anomali Cuaca

"Mudahan-mudahan bisa disegerakan, karena jika perencanaan tersebut tidak dilaksanakan, masalah banjir di lingkungan Mabar Hilir baik itu lingkungan I, II, V dan lingkungan VIII ini juga tidak terselesaikan. Jadi memang harus ada jalur besar untuk pembuangan air melalui penerusan saluran Drainase," ungkap Rico Waas.

Sebelumnya keluhan disampaikan Ahmad Husni, salah seorang masyarakat Kelurahan Mabar Hilir. Dirinya mengeluhkan jalan islamiyah, lingkungan XI kerap terjadi banjir, karena tidak adanya saluran drainase. Sehingga jika banjir masyarakat mengalami kendala untuk beraktivitas bahkan juga mengakibatkan banyak kendaraan roda dua mogok. Selain itu kondisi jalannya juga perlu dilakukan perbaikan dengan diaspal kembali.

"Karena tidak ada saluran drainase makanya terjadi banjir dan air tersebut membuat jalan menjadi rusak. Kami mohon kepada bapak Wali Kota untuk dapat merealisasikan perbaikan," jelas Ahmad Husni.

Menanggapi hal tersebut, Rico Waas mengungkapkan jika saluran drainase dari arah Rumah Potong Hewan (RPH) bisa ditembuskan, selanjutnya bisa dilanjutkan pembenahan drainase di jalan tersebut. Karena kalau kita benahi sekarang sementara saluran drainase belum ditembuskan maka akan tetap terjadi banjir.

Halaman Selanjutnya
img_title