Langkah Standar Layanan Internasional, Student Service Center USU Diresmikan

Student service Center USU diresmikan.
Sumber :
  • dok USU

VIVA Medan – Universitas Sumatera Utara (USU) meresmikan Student Service Center sekaligus International Lounge, Selasa 9 September 2025. Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., menegaskan kehadiran fasilitas baru ini bukan sekadar penambahan gedung, melainkan langkah penting menuju standar layanan internasional.

img_title Naik Drastis di Triwulan III 2026, Penerimaan Zakat Baznas Sumut Tembus Rp11,5 Miliar

“Pertama sekali kita tetap terus akan memperbaiki sarana dan prasarana, terutama mendukung standar internasional yang harus kita capai dalam waktu yang tidak lama lagi,” ucap Muryanto dalam sambutannya.

Ia menekankan, USU menghadapi dua tantangan besar, perubahan cara berpikir dan perbaikan infrastruktur. Banyak bangunan lama yang belum memenuhi standar global, mulai dari aksesibilitas penyandang disabilitas, fasilitas keamanan, hingga desain ruang belajar. 

img_title Akselerasi Transformasi Digital, Pemprov Sumut Minta Data Blankspot Daerah Segera Dimutakhirkan

Student Service Center kini menjadi pusat layanan terpadu. Seluruh urusan administrasi mahasiswa yang sebelumnya tersebar di berbagai biro dipusatkan di sini. 

Di dalamnya juga hadir Kantor Urusan Internasional (Office of International Affairs) untuk melayani mahasiswa asing, dosen, maupun pegawai, termasuk dalam pengurusan visa dan paspor. Unit Layanan Terpadu (Integrated Service Unit) sebagai pusat administrasi, serta Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang menjamin keterbukaan informasi. 

img_title Imigrasi Sumut Gelar Coaching Clinic Demi Perkuat Pengelolaan Anggaran Jelang Akhir Tahun

Selain itu, fasilitas ini menyediakan Layanan Kesehatan Mental dengan ruang konseling yang nyaman, serta unit Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) untuk memberikan perlindungan bagi mahasiswa. Kehadiran International Lounge melengkapi pusat layanan ini sebagai ruang interaksi global yang mendukung suasana kampus lebih inklusif dan berstandar internasional.

“Kalau misalnya ada mahasiswa internasional yang mengurus visa pelajar, bisa melalui sini. Jadi semua layanan kita buatkan dalam satu tempat,” kata Muryanto.

Tak hanya itu, Rektor menegaskan keberhasilan layanan tidak semata ditentukan gedung dan fasilitas, melainkan juga komitmen staf yang melayani.

Selain membangun budaya kerja baru, USU juga terus mendorong penggunaan teknologi dalam layanan. Menurut Muryanto, pelayanan tanpa kontak langsung akan menjadi kebutuhan, sehingga ke depan proses administrasi harus semakin digital dan efisien.

“Pelan-pelan kita juga tidak lagi menggunakan tenaga manual untuk layanan-layanan yang bisa dialihkan ke teknologi. Ini yang ke depan harus terus kita lakukan,” katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title