Ini Langkah Dilakukan Pemko Medan Hadapi Pemotongan Anggaran Pusat

Walikota Medan, Rico Waas.
Sumber :
  • B.S.Putra/VIVA Medan

VIVA Medan –Pemerintah Kota (Pemko) Medan menyiapkan langkah-langkah mengatasi pemangkasan transfer anggaran dari Pemerintah Pusat. Atas hal itu, Wali Kota Medan , Rico Tri Putra Bayu Waas, menyatakan akan segera memeriksa sejumlah besaran pasti pemotongan dana tersebut yang akan diterimanya.

img_title Perkuat Mobilitas Masyarakat di Sumut, KAI Bandara Catat Layani 41.296 Penumpang Relasi Medan–Lubuk Pakam

Nanti coba saya cek di aplikasi secara menyeluruh, ujar Rico didampingi Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin kepada wartawan, di Gedung DPRD Kota Medan, Senin 8 September 2025.

Pada tahun lalu, Pemko Medan diketahui menerima dana transfer sebesar Rp3 triliun. Menangapi potensi penurunan pendapatan dari pusat, Rico menegaskan bahwa Pemko Medan harus menerima keputusan tersebut dan fokus pada upaya internal untuk menjaga stabilitas keuangan.

img_title Hari Santri Nasional 2026, Pesan Wali Kota Medan: Santri Harus Jadi Pelopor Teknologi dan Inovasi

Yang terpenting adalah bagaimana Kota Medan bisa menyusun program-program kerja yang mungkin bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelas Rico Waas . 

Rico menjelaskan, peningkatan PAD akan menjadi langkah utama untuk menutupi defisit anggaran akibat pemotongan dana transfer. Ia juga menekankan pentingnya perbaikan kerja pemerintahan dan penyerapan PAD, serta menutup celah kebocoran anggaran.

img_title GJI dan LPHD Permata Hijau Ungkap Titik Sarang Orangutan Tapanuli di Penyangga Gunung Lubuk Raya

Kata Wali Kota Medan, strategi yang akan diusung Pemko Medan meliputi, Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pembukaan investasi baru dan peningkatan penyerapan anggaran melalui perpajakan sektoral, seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dengan memastikan tidak ada lagi kebocoran.

Rico menambahkan, sektor-sektor yang akan difokuskan untuk meningkatkan PAD adalah sektor ekonomi, khususnya pariwisata, serta sektor lain yang memiliki potensi penyerapan investasi yang besar.

“Pasti, pajak kalau dari ruang ekonomi. Apakah itu dari pariwisata, dan juga sektor-sektor yang bisa penyerapannya juga besar, tentang investasi yang baru masuk itu harus kita dorong juga,” tutur Wali Kota Medan.