Perbarindo Sumut Gelar Sertifikasi SDM, Tekankan Budaya Risiko di BPR
- Ist/VIVA Medan
VIVA Medan –DPD Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Sumatera Utara (Sumut) menggelar Pelatihan Sertifikasi SDM BPR Berbasis Kompetensi Kerja Angkatan I Tahun 2025.
Kegiatan ini berlangsung selama enam hari di Swiss-Bel Inn Hotel, mulai 19-21 Agustus 2025 yang dilanjutkan pada tanggal 25-27 Agustus 2025. Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kompetensi kualifikasi di bidang PE Bisnis dan Operasional serta PE Kepatuhan dan Pemantau Risiko.
Program sertifikasi tersebut mendapat dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Lembaga Sertifikasi Profesi (Certif).
Kegiatan dihadiri dan dibuka langsung oleh Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) Kantor OJK Sumut Wan Nuzul Fahmy. Turut hadir dalam pembukaan yaitu Zinsari selaku Kabag Pendidikan Perbarindo Pusat yang juga sebagai Trainer dan Mulia Perangin-angin selaku Dewan Pengawas dan turut dihadiri oleh jajaran pengurus Perbarindo Sumut, menandakan dukungan penuh terhadap peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM BPR di daerah.
Sejumlah pemateri nasional hadir dalam kegiatan ini, di antaranya, Zinsari (DKI Jakarta), Bachtiar Marbun (DKI Jakarta), Wulfram Margono (DIY Yogyakarta), Kotot Tamtama (Jawa Tengah), Saparuddin Siregar (Sumatera Utara), dan Kusmintarja Yatendra (DIY Yogyakarta).
Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) Kantor OJK Sumut, Wan Nuzul Fahri, yang membuka pelatihan, menegaskan pentingnya pengawasan berlapis di tubuh BPR.
Dalam sambutannya, Wan Nuzul menyampaikan rasa terima kasihnya kepada DPD Perbarindo Sumu atas pelaksanaan pelatihan ini.
Pada kesempatan ini, Wan Nuzul juga menyampaikan bahwa OJK senantiasa mendorong industri BPR untuk memperkuat pengawasan internal untuk menjaga agar BPR dapat berjalan baik sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.
"Adapun penguatan BPR ini dilaksanakan dengan sistem lini pertahanan yang terdiri atas 3 (tiga) lapisan yaitu pertama pada bagian bisnis dan operasional, kemudian Kepatuhan/Pemantau Risiko dan yang terakhir adalah Internal Audit." Kata Wan Nuzul, dalam sambutannya, Selasa 19 Agustus 2025.
Menurutnya, pengawasan melekat oleh pimpinan dan staf di lapangan adalah benteng pertahanan pertama agar operasional bank berjalan dengan baik.
"Bapak Ibu sekalian adalah benteng pertama untuk memastikan operasional BPR berjalan sehat, karena Bapak Ibu yang paling tahu kondisi lapangan, deposan, dan debitur," tegas Wan.