Puji Mental Orang Medan, Raim Laode Pukau 10 Ribu Pengunjung PRSU 2026 di Tengah Guyuran Hujan

Raim Laode di Panggung Utama PRSU.
Sumber :
  • dok Pemprov Sumut

Medan, VIVA MedanGuyuran hujan deras tampaknya sama sekali bukan tandingan bagi antusiasme warga Medan. Memasuki hari kedelapan penyelenggaraan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026, sekitar 10 ribu pengunjung nekat memadati area Panggung Utama demi menyaksikan penampilan memukau dari Raim Laode dan Nufix.

img_title Selama Penyelenggaraan PRSU 2026, Tercatat 161 Ribu Pengunjung dengan Nilai Transaksi Capai Rp 50 Miliar

​Suasana malam itu berubah menjadi lautan manusia yang syahdu sekaligus bersemangat. Di bawah rintik hujan, ribuan penonton kompak bernyanyi bersama, menyalakan lampu kilat ponsel, dan mengabadikan momen magis yang menjadi salah satu potret paling berkesan di PRSU tahun ini.

​Aksi militan penonton ini sukses membuat Raim Laode geleng-geleng kepala takjub. Usai naik panggung, musisi pelantun hit tersebut mengaku sangat terkesan dengan energi luar biasa masyarakat Medan yang bergeming meski baju mereka basah kuyup.

img_title Dari Hutan Lestari ke Panggung PRSU, Green Justice Indonesia Kampanyekan Konservasi Lewat Pameran HHBK

​"Jangan ajari orang Medan bersilaturahim. Orang Medan itu, mau ada hujan badai, kalau sudah ingin berjumpa dia pasti maju paling depan. Dan saya sudah rasakan malam hari ini, hujan badai tetap kita senang-senang!" seru Raim Laode penuh semangat, Sabtu malam, 11 Juli 2026.

Di balik riuhnya konser, PRSU 2026 juga menyimpan cerita perjuangan yang menyentuh hati dari panggung Lomba Dance Kontemporer. Salah satunya datang dari kelompok tari asal Kabupaten Padang Lawas.

img_title Paviliun ​Pulau Pinang Pamerkan Potensi Investasi di PRSU 2026, Pemprov Sumut Siap Perluas Kolaborasi Perdagangan

​Demi membawa nama baik daerah dan memperkenalkan kekayaan budaya mereka, kelompok remaja ini rela menempuh perjalanan darat selama 12 jam menuju Kota Medan. Perjuangan mereka pun tak mudah; di tengah keterbatasan fasilitas latihan dan biaya di daerah asal, mereka tetap menempa diri demi memberikan penampilan terbaik.

​"Kami ini cuma anak-anak daerah yang cinta budaya leluhur kami. Harapan kami sederhana, lihat kami," ujar perwakilan kelompok tari Padang Lawas dengan mata berkaca-kaca.

​"Tolong perhatikan anak-anak daerah yang punya bakat dan kemauan keras, tetapi jalannya masih terhalang oleh fasilitas dan biaya. Kami hanya ingin budaya Padang Lawas semakin dikenal dan terus berkembang," lanjutnya.

​Kombinasi antara semangat membara para pengunjung dan perjuangan gigih para peserta dari berbagai pelosok daerah membuktikan bahwa PRSU bukan sekadar ajang hura-hura. Event tahunan ini telah menjelma menjadi ruang intim untuk berkumpul, berkarya, sekaligus mengapresiasi potensi seni budaya Sumatera Utara.

Halaman Selanjutnya
img_title