Januari Hingga Juli 2026, KAI Sumut Catat Telah Angkut 194 Ribu Ton Peti Kemas
- dok KAI Sumut
Medan, VIVA Medan- Sepanjang periode Januari hingga Juli 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat volume angkutan peti kemas mencapai 194.019 ton. Hal ini, disampaikan Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, Jumat 21 Agustus 2026.
“Angka tersebut tumbuh 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 171.255 ton,” sebut Anwar kepada wartawan di Kota Medan.
Anwar mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa angkutan kereta api terus menjadi moda pilihan strategi dalam memperkuat rantai pasok logistik di Sumatera Utara.
“Sepanjang Januari hingga Juli 2026, volume angkutan peti kemas KAI Divre I Sumatera Utara mencapai 194.019 ton atau tumbuh 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini menunjukkan kebutuhan terhadap angkutan barang berbasis rel yang efisien dan Andal terus berkembang,” ujar Anwar.
Secara bulanan, kinerja angkutan peti kemas juga mencatatkan penambahan yang signifikan. Pada Juli 2026, KAI Divre I Sumut mengangkut 37.838 ton peti kemas, meningkat 113 persen dibandingkan Juli 2025 yang tercatat sebanyak 17.797 ton.
Guna mendukung kapasitas angkut skala besar, KAI Divre I Sumatera Utara saat ini mengoperasikan 80 unit Gerbong Datar (GD) dengan kapasitas muat hingga 42 ton per gerbong. Setiap gerbong mampu mengangkut hingga dua Twenty-foot Equivalent Units (TEUs) peti kemas ukuran 20 kaki (feet). Dalam satu kali perjalanan, satu rangkaian kereta api umumnya membawa 20 gerbong datar, sehingga total kapasitas angkutnya mencapai 40 TEUs.
Selain kapasitas angkut yang besar, kinerja operasional angkutan barang KAI Divre I Sumut pada tahun 2026 juga dicatatkan sangat andal dengan rata-rata tingkat ketepatan waktu (on-time performance/OTP) mencapai 96,17 persen untuk keberangkatan dan 95,83 persen untuk kedatangan.
“Dengan waktu perjalanan yang lebih terukur dan dapat diprediksi, para pengusaha diuntungkan dalam hal kepastian pasokan bahan baku sehingga proses produksi tidak terganggu. Selain itu, tingkat ketepatan waktu yang tinggi memastikan hasil produksi dapat segera didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan pasar,” kata Anwar.
Anwar menambahkan, efisiensi angkutan logistik berbasis rel juga memberikan dampak positif langsung terhadap infrastruktur dan keselamatan moda transportasi secara keseluruhan.