Dokter Forensik Beberkan Karakteristik Luka Tembak Dialami Eks Istri Polisi di Medan

Dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Medan, dr Mistar Ritonga saat memberikan keterangan pers.
Sumber :
  • Bagus Syahputra/VIVA Medan

Medan, VIVA MedanDokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Medan, dr Mistar Ritonga membeberkan hasil otopsi terhadap jasad Winda Lorenza Gowasa (WLG), yang merupakan mantan istri anggota Polri, Brigadir IH. 

Jasad WGL ditemukan di dalam kamar mandi rumah, di Perumahan Bumi Asri, Jalan Pondok Kelapa, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Minggu sore, 2 Agustus 2026, sekitar pukul 17.00 WIB.

"Baik, terima kasih. Kebetulan yang memeriksa korban itu dari awal sampai akhir itu saya sendiri, didampingi oleh dokter lainnya," ungkap Mistar kepada wartawan di Mako Polrestabes Medan, Kamis 6 Agustus 2026.

Mistar menjelaskan luka tembak itu sendiri, ada ciri-ciri khasnya untuk menentukan, yaitu ada empat tembakan itu, seperti luka tembak tempel atau luka tembak sangat dekat, luka tembak dekat, dan luka tembak jauh. 

"Jadi, ada jarak luka tembak ada empat. Jadi, berdasarkan keilmuan yang didapatkan dan hasil pemeriksaan kita secara langsung kepada korban, itu kita jumpai ciri-ciri luka tembaknya itu adalah luka tembak tempel," jelas Mistar.

Mistar mengatakan bahwa luka tembak dialami WLG ini, luka tembak dekat atau muncung senjata api (Senpi) nempel di kulit korban saat terjadi peristiwa itu.

"Iya, luka tembak tempel itu berarti senjatanya menempel ke kulit. Oh, iya. Jadi, seperti kita ketahui sebenarnya untuk kecepatan anak peluru itu kan banyak faktor yang mempengaruhi. Jadi, kalau dia bergerak, kalau misalnya dia ada bias atau pun gesek-gesekan gesekan ke benda lain, tentu kecepatan itu akan melambat," kata Mistar.

Mistar mengungkapkan bahwa peluru senpi masuk dari bagian otak kanan hingga ke dasar bagian tengkorak kepala. Hal itu, menyebabkan korban tewas di lokasi kejadian. 

"Jadi, kalau pada kasus ini, kegiatannya itu, itu kan dia melalui beberapa yang keras tulangnya. Dari luka tembak masuk yang di sebelah kanan itu malah dia menyusuri dasar tengkorak kepalanya itu sampai retak dalam, baru dia menembus ke sebelah kiri," ungkap Mistar. 

Mistar membantah hasil pemeriksaan seluruh tubuh korban, tidak ada ditemukan indikasi kekerasan fisik. Tapi, ada ditemukan luka lama, bekas sayatan di tangan.